6 Mitos Menjadi Entrepreneur/Pengusaha

Mitos #1 – Anda butuh uang untuk memulai bisnis

Ini adalah mitos yang salah besar!
Akan tetapi, yang benar adalah semakin banyak uang (modal) Anda, akan lebih mudah bagi Anda untuk memulai bisnis. Ketika Anda tidak memiliki uang untuk memulai bisnis, Anda harus mangandalkan “Human Capital”.
Human Capital singkatnya adalah skill dan personal diri Anda, yang akan mengantarkan Anda ke mitos #2.
mitos-1-pengusaha

Mitos #2 – “Saya tidak tahu bagaimana” untuk memulai bisnis

Faktanya adalah kebanyakan orang memang tidak tahu bagaimana memulai bisnis. Kebanyakan orang memulai bisnis dengan kurangnya pengetahuan. Tapi ingat, segala hal yang Anda wajib ketahui, bisa Anda pelajari, dan materinya ada bertebaran di luar sana untuk Anda konsumsi segera.
Dan jika Anda tidak punya uang, belajar terus-menerus (secara konsisten) adalah proses dari terbentuknya “human capital” (skill dan personal diri Anda).
Sebagai contoh, beberapa milyuner dunia yang perusahaannya bergerak di bidang software dan internet, mengharuskan mereka belajar coding di awal-awal perusahaan dirintis, termasuk juga mereka belajar terus-menerus bagaimana cara merekrut pegawai, bagaimana cara menggaji pegawai, bagaimana proses sewa-menyewa kantor di gedung perkantoran, dll. Faktanya adalah, mereka harus belajar itu semua sendiri, tak pernah ada yang mengajarkannya langsung ke mereka (apalagi secara cuma-cuma).
Ketika mereka belajar coding, itu artinya mereka telah menjadi “human capital” bagi bisnis mereka sendiri. Jika mereka bergerak di perusahaan software, maka mereka bisa menghemat pengeluaran perusahaan sampai sekitar puluhan bahkan ratusan juta per tahunnya untuk merekrut seorang professional software builder jika mereka bisa melakukannya sendiri dahulu.

Human capital dapat menjembatani kesenjangan antara modal untuk memulai bisnis dan pengetahuan bagaimana cara melakukannya.
mitos-2-pengusaha

Mitos #3 – Sudah tidak ada peluang, seluruh ide bisnis yang bagus sudah dijalani

Mitos ini beranggapan bahwa bisnis yang layak untuk dimulai adalah bisnis yang idenya itu benar-benar belum pernah digagas oleh siapapun, atau singkatnya sebuah ide penemuan baru, atau perusahaan yang langsung harus besar dan bisa menyaingi perusahaan yang sudah ada dengan ide yang sama, seperti Gojek, Grab, Uber, Tesla, atau beberapa startup besar lainnya.
Faktanya adalah bisnis apapun bisa dimulai dari pengembangan sesuatu yang sudah ada. Anda harus bisa melakukan reverse engineer dari sebuah value array (kumpulan nilai). Reverse engineer adalah melakukan rekayasa terbalik proses sebuah bisnis. Sementara, value array terdiri dari berbagai atribut nilai yang secara otomatis bisa membuat konsumen membeli, atau memberikan Anda uang.

Ketika Anda bisa memberikan dua, tiga, atau lebih atribut nilai positif kepada masyarakat, bisa seperti:
    > layanan yang lebih baik
    > fitur yang lebih baik
    > lebih baik ini, lebih baik itu
Selamat! Anda telah bisa memiliki bisnis sendiri.

mitos-3-pengusaha

Mitos #4 – Anda perlu perusahaan yang besar untuk bisa mendapatkan profit yang besar juga

Singkatnya, mitos ini juga salah besar!
Sangatlah mungkin bisa menghasilkan profit yang besar, misal 10juta, atau 100juta, atau lebih dari itu dalam satu bulan, tanpa harus mengeluarkan banyak uang untuk gaji pegawai/karyawan, jika Anda mengetahui caranya.
Akan tetapi, tipe bisnis seperti ini tidak akan bisa dilakukan jika bisnis masih mengikuti nasihat lama dalam berbisnis: Anda harus memiliki ruko yang strategis di tengah kota terlebih dahulu untuk berjualan misalnya, atau tipe bisnis yang menjadikan diri Anda seorang freelancer, meskipun dengan bayaran tinggi seperti misalnya 100ribu per jam.
Kunci untuk bisa mendapatkan profit yang besar/banyak untuk perusahaan kecil, harus memenuhi lima pilar: CENTS.
C – CONTROL
E – ENTRY
N – NEED
T – TIME
S – SCALE
Jika perusahaan kecil Anda memenuhi 5 pilar tersebut, maka Anda memiliki peluang besar untuk bisa mengubah hidup Anda, dan menghasilkan profit ratusan juta per bulan atau lebih. Dan ingat, itu bukanlah hal yang tidak mungkin!
mitos-4-pengusaha

Mitos #5 – Wirausaha itu menyenangkan

Siapapun yang memberi tahu Anda bahwa entrepreneurship/wirausaha itu menyenangkan, kemungkinan besar adalah orang yang mengajak dan memotivasi Anda untuk berwirausaha sambil berdiri di depan mobil Ferrari/Lamborghini dan rumah megahnya.
Orang-orang ini akan memberi tahu bahwa wirausaha itu sangat menyenangkan karena jika wirausaha memang menyenangkan, Anda akan lebih mudah digiring untuk membeli produk orang-orang ini, indikasi mereka adalah free training program, atau free membership, atau apapun, yang jelas itu adalah produk yang mereka jual tentang training wirausaha.
Memang, di awal mereka berikan training gratis. Tapi, saat Anda sudah masuk ke dalam funnel mereka, maka mereka akan lebih mudah untuk menjual produk mereka. Ya! Seperti seminar dengan harga jutaan, bahkan puluhan juta. Padahal, materi dalam seminar itu bisa Anda pelajari dari sebuah buku yang harganya tidak lebih dari 300ribu. Dan yang lebih parah, di dalam seminar itu, Anda hanya akan mendapatkan kurang lebih: ACTION! ACTION! BUSINESS is ACTION!
Wirausaha itu tidak menyenangkan. Wirausaha itu sangatlah sulit! Sangat banyak suka dukanya, untung-rugi itu harus dialami. Seperti yang Anda ketahui, bahwa “belajar” itu tentu tidak selalu menyenangkan. Gagal itu juga tidak menyenangkan, mengeluarkan uang 10juta untuk Facebook Ads tapi tidak ada satu pun penjualan, itu juga sangat tidak menyenangkan. Tapi, Anda tahu apa yang sangat menyenangkan? Freedom! Kebebasan!
Kebebasan. Menjadi bos untuk diri Anda sendiri, terbebas dari yang namanya hutang, bebas membeli barang yang Anda dan keluarga Anda butuhkan/inginkan, bebas membeli mobil impian Anda dan membelinya dengan cash, hidup serba berkecukupan tanpa cicilan apapun, bebas melakukan apapun yang Anda inginkan tanpa ada yang menghalanginya, bebas membantu saudara-saudara Anda yang membutuhkan. Itu semua… baru menyenangkan!
mitos-5-pengusaha

Mitos #6 – Kewirausahaan itu dilahirkan (warisan turun-temurun)

Tentu ini sebuah kesalahan besar! Wirausaha itu bisa dipelajari, dan bukan dari warisan. Memang, seorang yang mewarisi banyak uang, bisa lebih mudah memulai bisnis dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki uang sebagai modal awal memulai bisnis. Tapi ingat, cek ulang Mitos #1.
Jika Anda dapat menghasilkan value, mengomunikasikan value itu, dan mengembangkan sistem untuk mendistribusikan value itu ke masyarakat, SELAMAT! Anda telah memiliki bisnis sendiri!

Jika Anda mempelajari lima pilar CENTS dengan serius, value atau solusi apa yang bisa Anda berikan, bagaimana mendistribusikannya ke masyarakat, dan berbagai hal lainnya yang akan mucul seiring action Anda pada dunia bisnis, maka entrepreneurship atau kewirausahaan akan memihak pada Anda. Yakinlah!

mitos-6-pengusaha




Kapan-kapan kita bahas lima pilar CENTS ya… insyaAllah!
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

One thought on “6 Mitos Menjadi Entrepreneur/Pengusaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *