Sharing Bisnis Jualan Kebab (Part 1)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Lama sekali saya mau menulis tentang ini, tapi baru sempat sekarang. Ya, langsung saja. Saya pernah memulai bisnis di bidang kuliner. Jenis makanan yang sudah umum kita kenal, asalnya dari Negeri Timur Tengah, Turki. Yap, betul, kebab.

Ilustrasi: keba bab kebab


Sharing ini rencananya akan saya bagi menjadi beberapa bagian, karena saya rasa cukup panjang untuk ditulis hanya dalam satu postingan. Di postingan ini saya mulai dari gambaran umum bisnis kebab saya. InsyaAllah nanti saya coba sharing sampai hitungan kasar profit yang didapatkan.

Saya sangat ingat, persiapan memulai bisnis ini tidak sampai 1 bulan, bahkan hanya dua minggu, kurang lebih. Saya bisa running bisnis di Februari 2019, tepatnya tanggal 19. Di mana, tanggal 1 Februari saya sudah mulai membuat meja, tempat kompor, dll sampai mencari supplier bahan kebab. Semuanya manual, bukan bisnis franchise atau waralaba, supaya terasa lebih menantang, hehe.


Baik, pertama-tama saya perkenalkan dulu kebab saya, namanya Yanfau Kebab. Ya, Yanfau itu singkatan dari Yayan Fauzi, nama asli saya, hehehe. Tapi, terdengar seperti nama orang China ya? Ya tak apa, sedikit. Aslinya, saya pilih nama itu karena dapat saran dari beberapa teman, dan mungkin secara makna juga bagus jika diserap dari Bahasa Arab, Yanfa’u = Memberi Manfaat. Dan biar terkesan lebih Indonesia, sengaja saya hilangkan tanda ( ‘ ) apostrophe-nya.

Kurang lebih seperti ini logo yanfau-kebab,
Ilustrasi: logo yanfau-kebab

Cukup keren gak? Logo ini buatan rekan bisnis saya yang sekaligus menjaga salah satu tempat/kedai yanfau-kebab. Oia, lupa saya sebutkan, di bulan Juli 2019, kurang lebih 5 bulan setelah pembukaan awal yanfau-kebab, saya membuka cabang baru yanfau-kebab-2. Semuanya dengan modal yang tidak besar. Memulai bisnis tidak perlu dengan modal besar, yang penting kita serius memulai bisnis, insya Allah bisa. Catat 

Kembali ke logo, dari logo yanfau di atas, secara bertahap juga saya membuat kemasan baru untuk kemasan yanfau-kebab, seperti ini kira-kira kemasan barunya,

Ilustrasi: kemasan baru yanfau-kebab

Coba bayangkan, kemasan di atas membungkus kebab seperti ini,

Ilustrasi: empat yanfau-kebab dalam satu wajan
Baik, kita skip pembahasan kebabnya, sekarang saya coba bongkar modal awal buka bisnis kebab ini. Dan ingat, hanya 1 cabang ya. Secara sederhana, kita coba kategorikan modal itu dalam dua jenis. Jenis pertama modal alat dan kedua modal bahan.

Modal alat, terdiri dari
  1. Meja kebab, Rp2.800
  2. Kebab burnerRp2.500
  3. Wajan kebab, Rp500
  4. Kompor kecil, Rp250
  5. Tabung gas (3), Rp360
  6. Pisau, penjepit, dll, Rp260
Total modal_alat = Rp6.670

Kemudian, modal bahan. Sebenarnya, modal bahan ini sesuai kebutuhan kita, untuk awal, tak perlu banyak-banyak. Dulu, saya hanya membeli sedikit bahan,
  1. Daging premium 4kg, Rp260
  2. Tortilla besar, Rp78
  3. Tortilla sedang, Rp72
  4. Tortilla kecil, Rp66
  5. Mayones, Rp50
  6. Saos cabe, Rp20
  7. Saos tomat, Rp20
  8. Sayuran (lokal), Rp100
Total modal_bahan = Rp566

Jadi, total modal_alat + modal_bahan = Rp7.336


Alhasil, bisa terbentuk seperti ini,

Ilustrasi: yanfau-kebab

Namun, seiring dengan berjalannya proses bisnis, meningkatnya penjualan, saya memerlukan alat-alat lain seperti freezer ice-cream, kompor tambahan, dan lainnya.

Ilustrasi: freezer
Pantau terus expekerja ini, akan saya sambung di Sharing Bisnis Jualan Kebab (Part 2), insyaAllah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *