Saya Ditertawakan

“Jadi, kamu berencana resign dengan menjual barang-barang kecil itu?” Tanya rekan kerja saya.

“Ya, begitulah,” jawab saya.

Ruangan itu meledak dengan tawa. Itu juga bukan tawa canggung, tawa di mana orang tidak tahu bagaimana harus bereaksi terhadap apa yang baru saja dikatakan. Ya! Mereka menertawakan saya. Mereka menertawakan keberanian saya.

Ilustrasi: ketawa aja sepuasnya

Apa memang saya seorang pria yang lucu? Sangat lucu karena SIAPAPUN dapat pergi ke toko barang bekas, atau membeli barang-barang bermerek yang masih bagus, dan dapat menjualnya di eBay atau Amazon atau Marketplace lainnya dengan harga 5-10 kali lebih mahal dari harga aslinya. Sangat menyenangkan untuk memikirkan cara lain untuk menghasilkan uang selain dengan cara pergi ke kantor dan duduk seharian, atau bahasa yang populer di Barat 9-5 (nine to five), duduk seharian dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore.

Saya sangat lucu, jadi apa saya harus menjadi seorang stand-up comedy?! Untuk apa?!

Jika Anda membaca ini, saya punya feeling Anda juga pernah ditertawakan, entah karena sesuatu yang—orang menganggap—kurang pada diri Anda, atau karena Anda membicarakan bisnis atau kegiatan sampingan Anda. Saya harap Anda tidak memasukkannya ke dalam hati dan membiarkannya menyakiti hati Anda. Pada kondisi seperti ini, awalnya saya selalu merasa diserang dan merasa bodoh. Kemudian, sesuatu muncul dalam benak saya, yaitu: perspektif.

Kembali lagi, orang-orang di ruangan itu melihat dunia dengan cara yang sama sekali berbeda dari saya. Mereka percaya pada keselamatan dari pekerjaan mereka. Mereka tidak dapat memahami gagasan melakukan sesuatu di luar ruang kelas, gelar, dan serangkaian pekerjaan. Mereka puas menjual waktu mereka untuk uang dan membuat orang lain kaya.

Saya merasa empati kepada mereka. Saya ingat berpikir pekerjaan adalah segalanya. Saya ingat berpikir saya membutuhkan lebih banyak gelar untuk mendapatkan lebih banyak uang. Saya benar-benar akan menertawakan seseorang yang percaya bahwa mereka dapat mencari nafkah dengan menjual “sesuatu” dari toko barang bekas atau membuat konten online.

Jika Anda seorang wirausaha, Anda dapat melihat dunia secara oportunis. Itu berarti Anda dapat melihat internet sebagai branding, tempat untuk menjual, atau membangun audiens Anda. Jika Anda pergi ke jalan yang ramai, tentu Anda akan melihat peluang bahwa tempat dekat jalan tersebut sebagai tempat yang strategis untuk membangun usaha. Itulah ilustrasinya. Yang terpenting, Anda melihat bahwa ada sejuta cara untuk menghasilkan uang. Yang harus Anda lakukan hanyalah memilih dan menekuni salah satunya.

Banyak orang tidak terbuka terhadap ide-ide baru. Jika Anda ditertawakan karena tujuan Anda, akankah Anda berhenti mencapainya? Saya harap tidak. Cerita Anda, motivasi Anda, kreativitas Anda, dan keaslian ide Anda mungkin menginspirasi seseorang. Anda mungkin bisa membebaskan seseorang dari sudut pandang tertutup mereka.

Saya senang saya ditertawakan. Saya senang bahwa saya bisa memberi orang-orang momen kesenangan. Saya tahu saya tidak menghasilkan banyak uang dari menjual barang secara online atau dari YouTube (karena saat ini memang belum cukup besar, ke sini jika penasaran dengan channel saya). Tentu, dalam jangka pendek, saya harus fokus pada pekerjaan dan meningkatkan gaji saya. Namun, dalam jangka panjang, 10-20 tahun, hasil usaha yang saya lakukan itu akan menghasilkan hasil yang tidak terduga. Saya yakin!

Pilihannya jelas bagi saya. Saya harap ini juga jelas bagi Anda. Tawa adalah motivasi.

6 thoughts on “Saya Ditertawakan

  1. Yim Rahman says:

    Ngeblog juga ente ternyata Yan.

    Gaya hidup memengaruhi mindset.
    Bagi pegawai yg suka ngutang, mereka akan merasa nyaman2 saja ngutang utk belanja dlm jumlah besar, karena merasa ada penghasilan tetap utk membayar cicilan bulanan.
    Tapi tidak bagi pegawai yg antingutang, apalagi utang dgn riba. Bisa aja sih nabung tiap bulan, tapi kalo sesuatu yg mau dibeli harganya mahal, bakal butuh waktu lama. Merasa mentok dgn penghasilan bulanan yg segitu2 aja, mereka akan memutar otak mencari peluang utk penghasilan tambahan. Yg halal dan bail tentunya.
    Di sinilah utangers akan menertawai kontaners. Jangka pendek, ya, lucu. Jangka panjang, wallahua'lam.

  2. yynfz says:

    Baru mulai Bang Yim, hehe iseng2 ngisi waktu. Mantap opininya Bang Yim. Kirain utangers tu bahasa inggris, taunya, hahaha. Yang jelas sesuai tujuan blog ini, rezeki Allah itu luas, jangan terlena di zona nyaman. Hehehe

  3. Yim Rahman says:

    Bener Yan, salah satu hikmah Allah haramkan riba adalah agar kita jadi kreatif dan menemukan kunci untuk pintu rizki dari Allah, yang seringkali tak terduga oleh orang ada umumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *