Saya 20 Tahun dan Saya Ingin Menjadi Milyuner pada Usia 35. Bagaimana Caranya?

Target setiap orang pasti berbeda-beda, dan pencapaiannya pun juga bervariasi. Tapi, ini adalah cara yang saya sarankan Anda lakukan (semakin awal Anda memulai, semakin baik):

Pertama, kurangi pengeluaran Anda (kalau bisa secara drastis)

Ilustrasi: hitung ulang pengeluaran Anda, dan kurangi
(credit: @kellysikkema)
  1. Jual semua barang yang tidak Anda butuhkan (TV, Xbox, PlayStation, dll.)
  2. Stop belanja kalau tujuannya cuma untuk belanja (shopping) semata.
  3. Jangan merokok, minum alkohol, apalagi pakai narkoba, dll.
  4. Hapus aplikasi Facebook, Instagram, Twitter, Pinterest dan aplikasi sejenis lainnya dari smartphone Anda sehingga Anda hanya dapat mengaksesnya melalui PC/Laptop Anda. Dengan cara ini, otomatis Anda bisa mengurangi waktu Anda yang terbuang. Dan kalau pun Anda punya bisnis yang sangat bergantung dengan Facebook dan Instagram, maka tetap install Facebook dan Instagram Anda di smartphone, tapi pastikan aplikasi tsb. tidak membuang-buang waktu Anda selain untuk urusan bisnis.
  5. Tidur yang cukup setiap harinya, dan harus konsisten. Kalau kata sebagian pakar, tidur 8 jam sehari, tapi menurut saya, setiap orang memiliki waktu tidur yang berbeda-beda. Jadi, atur waktu tidur Anda dengan baik.
  6. Pikir dua kali saat Anda membutuhkan barang baru, apakah benar-benar Anda butuhkan atau tidak.
  7. Pelajari secara perlahan tentang pajak. Mungkin saat Anda masih bekerja di sebuah perusahaan swasta atau bekerja dengan pemerintah, Anda tidak membutuhkan skill tentang pajak. Tapi, saat nantinya Anda memiliki sebuah bisnis, ilmu tentang pajak pasti akan sangat berguna. Yakinlah!
  8. Pilihlah teman duduk yg positif dan optimis. Teman-teman yang negatif cenderung akan membawa Anda ke arah yang buruk. Dengan memilih teman yang positif dan optimis, paling tidak bisa menghalangi Anda untuk bisa mengurangi pengeluaran Anda di saat Anda baru terjun ke dunia kerja, di mana saat itu mungkin penghasilan Anda masih sangat minim.
  9. Tahan diri Anda dari membeli motor atau mobil yang memang masih belum sanggup Anda beli secara cash, atau perhitungkan kembali untung-ruginya memiliki motor atau mobil di kondisi Anda saat ini. Tentu Anda lebih paham kondisi Anda saat ini.
  10. Jangan ikut-ikutan ganti smartphone setiap kali ada model terbaru. Cukup jelas.
  11. Bagi sebagian orang, mereka banyak memberikan tips tentang pengelolaan kartu kredit yang baik, salah satunya dengan membayar tagihan kartu kredit Anda secara penuh di akhir bulan, atau jangan sampai membayar tagihan minimum (biasanya 10%) karena itu bisa menambah beban dari sisi bunganya. Tapi, bagi saya, lebih baik tidak menggunakan kartu kredit. Jangan sampai hutang menguasai diri Anda. Karena bagi saya pribadi, hukum menggunakan kartu kredit itu adalah RIBA, karena jelas hutang-piutang yang ada manfaat di dalamnya itu termasuk hal yang dilarang. Tapi, saya tidak membahas dari sisi hukum agama di sini. Kalau Anda belum mampu untuk membeli barang tertentu, lebih baik bersabar dan cari cara “bagaimana saya bisa membelinya secara cash?”.
  12. Jaga kesehatan Anda dan keluarga Anda, salah satunya dengan mengkonsumsi makan-makanan yang sehat dan pastikan Anda meluangkan waktu Anda dan keluarga khusus untuk berolahraga. Karena biaya untuk berobat itu semakin mahal. Lagi-lagi, saya pribadi tidak suka dengan yang namanya asuransi, dalam hal ini maksudnya asuransi kesehatan. Karena jelas, bagi saya produk asuransi yang umumnya ditawarkan ke masyarakat itu hukumnya haram. Saya tidak akan membahasnya di sini, dan Anda bisa mempelajarinya sendiri. Tapi yang jelas, dengan menjaga kesehatan Anda dan keluarga Anda, Anda akan bisa mencegah hal-hal buruk di masa depan yang tentunya bisa menguras habis harta Anda.
  13. Pelajari dunia luar. Pahami mengapa segala sesuatu bekerja dengan cara tertentu, dan mengapa kadang-kadang sesuatu tidak terjadi. Dengarkan lebih dari yang Anda katakan dan ajukan pertanyaan kepada orang-orang berilmu yang Anda temui dalam hidup. Cobalah membaca banyak buku (sebisa mungkin buku non-fiksi), terutama di luar dari apa yang Anda pelajari di sekolah. Jadi, buku itu jendela dunia memang benar ternyata, dan yang paling penting adalah pastikan Anda tidak malas membaca buku.

Kedua, tingkatkan penghasilan Anda (kalau bisa secara drastis)

Ilustrasi: tingkatkan value Anda
(credit: @alejandroescamilla)
  1. Jika Anda sudah memiliki pekerjaan yang bagus (dari sisi waktu dan penghasilan) saat ini, jangan pernah berhenti untuk belajar mengembangkan diri Anda, terutama skill komunikasi. Pelajari bagaimana pimpinan perusahaan tempat Anda bekerja bisa berkomunikasi dengan rekan-rekan bisnisnya, atau dengan pegawai-pegawainya.
  2. Pelajari cara mengatasi masalah di tempat kerja. Gunakan skill Anda untuk menemukan cara terbaik dan tercepat untuk menyelesaikan masalah di tempat kerja Anda.
  3. Belajarlah menghormati dan menghargai orang lain, tanpa melihat siapa orang tsb. Intinya adalah jalin hubungan baik dengan seluruh rekan kerja Anda, baik itu pimpinan Anda, bawahan Anda atau siapa pun.
  4. Tiga hal di atas adalah manajemen Anda di dunia kerja. Poin keempat ini, adalah manajemen keuangan saat Anda sudah mulai bekerja, yaitu siapkan dana darurat, sebisa mungkin 3 sampai 6 bulan penghasilan (take home pay) Anda. Pastikan, ini adalah uang tunai yang tidak boleh Anda sentuh dan harus tersedia untuk keadaan darurat. Penting! Dana ini bukan untuk membeli gaya hidup.
  5. Banyak orang yang mungkin merekomendasikan Anda untuk save & invest atau simpan & investasikan, dalam hal ini saya tidak sependapat. Kenapa? Saya tidak akan membahas hukum investasi di sini. Lalu kenapa? Karena investasi yang banyak beredar di pasar saat ini tidak akan membuat Anda pandai dalam mengelola keuangan. Juga tidak akan membuat Anda cepat menghasilkan sesuatu (atau dalam istilah keuangan disebut ROI – Return of Investment). Cara yang saya lakukan adalah save, learn, and build atau simpan, pelajari, dan bangun. Simpanlah sebagian uang dari hasil Anda bekerja, lalu pelajari segala hal di luar dunia kerja Anda yang berpotensi memiliki profit dan prospek, kemudian jika Anda sudah yakin, terjunlah ke dalamnya untuk segera membangun bisnis Anda sendiri. Memang tidak mudah, tapi begitulah caranya, Anda harus bisa menemukan jalan Anda sendiri. Yakinlah pada diri Anda.
  6. Pertahankan pekerjaan Anda saat ini saat Anda masih mulai membangun bisnis Anda. Pisahkan keduanya. Pertahankan tingkat kinerja dalam dunia kerja Anda. Bekerjalah ekstra di malam hari, di akhir pekan, dan hari libur untuk bisnis Anda.
  7. Tingkatkan value Anda. Ini sangat penting jika Anda sedang membangun bisnis Anda sendiri. Kebanyakan orang beranggapan bahwa bisnis itu hanya sekadar menjual sesuatu kepada konsumen. Tapi, lebih jauh dari itu adalah, seharusnya kita bisa memberikan value lebih kepada masyarakat terlebih dahulu, kita perlu mengedukasi masyarakat tentang sesuatu yang mereka butuhkan atau solusi dari masalah yang mereka hadapi. Jika Anda sudah memiliki value Anda di masyarakat, maka dengan senang hati masyarakat akan berbondong-bondong mendatangi Anda, dan tidak ada salahnya Anda bisa menciptakan sebuah produk yang bisa Anda tawarkan ke masyarakat untuk mengatasi masalah mereka. Ini namanya win-win-solution. Dan memang inilah caranya bisnis-bisnis besar bisa tetap menghasilkan.

Saya rasa cukup segitu, mungkin kalau ada tambahan akan segera saya update.

Lalu, hubungan usia saya masih 20 tahun, dan ingin menjadi milyuner di usia 35 itu apa? Saya rasa Anda bisa menyimpulkannya sendiri dari tulisan saya di atas. Intinya adalah atur pengeluaran Anda saat Anda masih baru bekerja, di mana usia-usia bekerja biasanya mulai dari 20-an tahun, kemudian setelah itu, tingkatkan penghasilan Anda secara drastis dengan meningkatkan skill dan value Anda. Skill sangat berguna di dunia kerja, dan value sangat berguna di dunia bisnis. Semoga Anda bisa segera menemukan skill dan value Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *