Saat Kita Hampir Putus Asa

Oleh successbefore30

Saat Anda hampir putus asa. Baik, saya memang pernah mengalami masa-masa seperti Anda. Saya juga pernah remaja. Saya juga pernah berada di Sekolah. Saya juga pernah menjadi mahasiswa, dan di masa-masa itu, tidak jarang saya hampir putus asa. Hidup terasa buntu di mana-mana. Ketika saya melangkah maju, jalan buntu. Saya melangkah mundur, jalan pun ada jurang. Saya mau belok kanan, ternyata ada harimau yang siap menerkam saya. Saya belok kiri, ada ular berbisa yang siap menggigit saya. Hidup terasa penuh dengan himpitan dan tekanan di mana-mana. Dan sering kali saya mau berputus asa.

Ilustrasi: Frustasi dengan hidup saat ini

Anda yang membaca tulisan ini, saya berpesan, bisa jadi ketika hidupmu terasa putus asa, Anda buntu, jalan terasa berat, Anda boleh mengambil pelajaran dari kisah seorang resepsionis atau pegawai hotel berikut ini. Saya sadur dari buku Badai Pasti Berlalu halaman 78.
Suatu malam, seorang pria tua dan istrinya memasuki sebuah Lobby Hotel kecil di Philadelphia, Pennsylvania. “Semua hotel besar di kota ini telah terisi, bisakah Anda memberi kami satu kamar saja?”, kata pria tua itu. Pegawai hotel menjawab, “Semua kamar telah penuh, karena ada tiga event besar yang bersamaan diadakan di kota ini. Tapi, saya tidak bisa membiarkan Anda untuk berhujan-hujanan di luar sana, pada jam 1 malam ini. Kebetulan saya diberikan fasilitas kamar, tidak besar sih. Jadi, saya menawarkan, bersediakah Anda berdua tidur di kamar saya?”.
Keesokan harinya pada saat membayar tagihan, Pria Tua itu berkata kepada pegawai hotel, “Kamulah orang yang seharusnya menjadi bos hotel ini. Karena kamu melakukan pekerjaan ini dengan hati yang mau melayani. Mungkin suatu hari saya akan membangunkan sebuah hotel untukmu.” Si Pegawai Hotel hanya tersenyum lebar mendapat pujian itu, dan melupakan kata-kata pria tua itu. Karena dia pikir, dirinya hanya seorang pegawai biasa, dan tidak mungkin tiba-tiba ada tamu yang mau membangunkan hotel untuknya.”
Kira-kira dua tahun kemudian, pegawai hotel tersebut menerima surat yang berisi tiket pesawat ke New York dan undangan sebagai tamu kehormatan pasangan suami-istri yang dulu pernah menginap di hotel tempatnya berkerja. Setelah berada di New York, Si Pria Tua mengajak pegawai hotel itu ke sudut jalan antara 5th Avenue dan 34th Street, lalu dia menunjuk sebuah bangunan baru yang luar biasa megah, dan berkata, “Charles, itulah hotel yang saya bangun untuk kamu kelola.” Pegawai hotel itu adalah Charles Boldt yang menerima tawaran William Waldorf Astor, Si Pria Tua, untuk menjadi pemimpin Hotel Waldorf Astoria, yang merupakan salah satu hotel terbaik di dunia saat ini.
Kisah sederhana Charles Boldt menegaskan bahwa sikap kita dalam bekerja sangat menentukan keberhasilan kita. Bila kita bekerja hanya untuk mencari uang semata, maka karir atau hasil yang kita peroleh akan biasa-biasa saja. Namun, jika kita bekerja dengan hati yang mau melayani orang lain dan senantiasa percaya bahwa pelayanan kita akan menjadi berkah untuk orang lain, maka kita akan memperoleh hasil yang luar biasa. Apabila Anda selalu memikirkan orang lain, maka Allah akan selalu memikirkan diri Anda. Apabila Anda selalu memikirkan diri sendiri, maka Allah akan selalu memikirkan orang lain.
Saya (successbefore30) sangat senang dengan ungkapan di atas, dan saya sudah mengalaminya sendiri. Jangan tanya bagaimana masa sulit bisa berlalu, tapi tanyalah apakah Anda sudah membimbing dan melayani orang lain dengan sepenuh hati? Niscaya sesulit apapun masalah Anda, bila Anda mau melayani orang lain sepenuh hati, maka Allah akan membantu Anda.
Bisa jadi, masalah yang Anda hadapi, sampai Anda hampir putus asa ini karena Anda kurang melayani orang lain dengan tulus hati. Ketika Anda sudah melayani orang lain dengan tulus, pertanyaannya adalah, “Apakah Anda tetap mau melayani, meskipun badai belum berlalu?” Nah, inilah ujian dari Allah untuk Anda. Karena Allah sudah menciptakan dan mempersiapkan sebuah hadiah yang besar bagi Anda yang hari ini mau tetap tulus dan ikhlas melayani orang lain, meskipun Anda sendiri dalam kondisi yang kekurangan. Atau jangan-jangan Anda belum pernah melayani orang lain sama sekali, atau jangan-jangan Anda terlalu perhitungan dengan orang lain sehingga hari ini rezeki Anda pun jugan masih dalam perhitungan, sehingga rezeki Anda pun selayaknya Anda yang terlalu perhitungan.
Percayalah bahwa, ketika hari ini Anda mengalami masa sulit, ketika Anda hampir putus asa, semoga renungan ini bisa memberikan Anda jawaban di tengah-tengah kesuntukan Anda saat ini, di tengah-tengah kebingungan Anda. Semoga yang singkat ini memberikan kelapangan bagi hati Anda, dan semoga badai Anda segera berlalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *