Rumus Kekayaan: Stop Mengejar Uang!

Uang, uang, uang…
uang
Ilustrasi: uang, uang, uang
(credit: @ninjason)
Pernahkah Anda berfikir seberapa banyak tumpukan uang 1 juta dollar? Kalau dalam rupiah, ya sekitar 14 miliar lebih, atau hampir 15 miliar rupiah.
Tapi maaf, saya ganti pertanyaannya, pernahkah Anda bayangkan seberapa banyak uang 1 miliar dollar? Kalau dalam rupiah ya sekitar 14 sampai 15 triliun rupiah. Sekali lagi maaf, izinkan saya bertanya dalam dollar saja, supaya lebih sedikit lembaran uang yang harus kita tumpuk.
1 juta dan 1 miliar dollar, kalau ditumpuk akan terlihat seperti ilustrasi di bawah ini,
1-juta-dollar
Ilustrasi: tumpukan 1 juta dollar (1 million $) dan 1 miliar dollar (1 billion $)
Ok, sampai situ kita sudah punya gambaran seberapa banyak tumpukan 1 juta dan bahkan 1 miliar dollar. Sekarang saya tanya lagi, pasti Anda pernah dengar nama Jeff Bezos?
Yap, betul sekali, Jeff Bezos adalah pendiri Amazon. Kekayaan bersihnya kalau kita googling hari ini (29 Mei 2020 jam 08:27 pagi) sebesar,
jeff-bezos-net-worth
Ilustrasi: kekayaan bersih Jeff Bezos (Mei 2020)

Kebayang kan? 145x dari tumpukan 1 miliar dollar yang sebelumnya sudah kita ilustrasikan.
Ok ok, jadi poinnya apa? Kenapa saya harus repot-repot menghitung dan mengetahui kekayaan orang lain? Apa untungnya untuk saya?
Baik, sabar. Di depan layar desktop/laptop/hp di mana tulisan ini sedang dibaca, ada Anda. Anda mungkin saat ini sedang bekerja di suatu tempat setelah Anda mendapatkan gelar sarjana Anda, di mana sebelumnya Anda telah berhasil lulus kuliah di sebuah universitas. Anda juga mungkin tidak punya banyak uang tabungan. Lalu, pengeluaran bulanan Anda juga mungkin sangat-sangat tinggi, Anda juga mungkin merasa tidak digaji dengan gaji yang layak, atau Anda juga mungkin punya hutang yang banyak, cicilan rumah, cicilan mobil, atau bahkan hutang dari kartu kredit…
Atau mungkin Anda masih kuliah, dengan jurusan yang Anda harapkan dapat memberikan Anda pekerjaan yang layak dan menghasilkan uang yang cukup banyak. Dan mungkin Anda tidak punya banyak uang tabungan, hanya seorang mahasiswa/pelajar yang terus-terusan bermimpi memiliki uang yang banyak dengan cepat tanpa harus bersusah payah kuliah, kerja, mengumpulkan uang, dll dll.
Kaya, cepat kaya, itu seperti dongeng atau hayalan kita semua. Bagaimana mereka bisa mendapatkan sebanyak itu? Apa yang mereka kerjakan? Mungkin itu pertanyaan dalam hati Anda setelah melihat banyak jutawan atau bahkan milyuner di luar sana, terlebih lagi –ini yang lebih parah– mereka masih muda.
Ya! mereka masih sangat muda untuk menjadi seorang milyuner. Itu semua membingungkan Anda. Terkadang hal itu mungkin membuat Anda marah sambil berfikir, “Mereka cuma orang-orang beruntung aja. Atau mereka hanya terlahir kaya. Atau mereka curang, palingan uang gak halal. Ah, uang gak bikin mereka bahagia juga kok. Uang itu sumber masalah atau sumber kejahatan. Atau apa karena saya kurang pintar ya? Jadi saya cuma gak beruntung aja.”
Impian Anda untuk memiliki rumah besar dan mewah, atau mobil impian Anda, keluar dari yang namanya hutang, bebas mau pergi travel ke mana aja. Ya udah, cuma jadi impian aja. Ya, cuma mimpi, gak lebih gak kurang. Jadi, ujung-ujungnya Anda berkesimpulan bahwa hidup ini keras. Hidup ini tidak adil. Ya! tidak adil, bahkan dari mulai Anda dilahirkan. Ya! itulah Anda.
Tapi, bagaimana kalau saya beritahu Anda bahwa: ANDA SALAH
Bagaimana kalau, memang benar-benar ada jalan untuk mencapai itu semua? Rumus atau formula yang benar-benar pasti untuk mencapai kekayaan. Ilmu pasti dibalik kekayaan dan bagaimana uang bekerja.
Bagaimana kalau, Anda tidak benar-benar harus membuang mimpi-mimpi Anda. Bisa melunasi hutang-hutang Anda atau keluarga Anda, cicilan rumah, cicilan mobil. Bisa pergi traveling ke seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia. Apakah Anda akan berkata bahwa saya seorang pembohong atau pendusta? Saya janji, saya tidak berbohong tentang ini semua. Dan di akhir tulisan ini, Anda pasti akan mengerti bahwa ada satu sisi koin yang tidak pernah ditunjukkan kepada Anda.
Tapi sebelum itu, saya ingatkan kepada Anda, jalan menuju semua itu sangatlah sulit; penuh dengan perjuangan; jalan itu seperti roda yang berputar, Anda bisa di atas, Anda juga bisa di bawah; jalan itu seperti mengharuskan Anda meminum obat untuk membuat Anda bisa tahan mempelajarinya, karena semua hal itu tidak akan pernah Anda pelajari di sekolah atau di masyarakat.
Baik, akan saya perjelas di sini. Mungkin akan banyak dari Anda yang tidak akan bisa mencapai tujuan dari perjalanan ini, tapi bagi mereka yang kuat, pasti akan bisa menempuhnya.
Dan tujuan dari perjalanan ini adalah pencapaian dari segala hal yang selama ini selalu Anda impikan, kebebasan dari segala hal yang berkaitan dengan kekhawatiran Anda tentang uang, uang, dan uang.
Jadi, apa Anda masih bersama saya?
.
.
.
Masih bersama saya? Langsung saja, jangan sampai kita buang-buang waktu.


Apa yang benar-benar Anda pikirkan tentang uang? Apakah uang itu sesuatu yang Anda dapatkan setelah Anda bekerja? Apakah uang harus dicari atau diwariskan? Apakah uang itu sumber dari semua masalah atau kejahatan? Apakah Anda putus asa untuk mencari uang? Apakah Anda mengejar uang seumur hidup Anda selama ini?
Kenyataannya adalah, sebagian besar dari yang Anda pikirkan tentang uang telah dipengaruhi oleh orang tua atau yang mengasuh Anda sejak kecil dan lingkungan di mana Anda tinggal. Jika Anda lahir dari keluarga yang tidak memiliki cukup uang untuk hidup layak, pasti Anda cenderung tidak akan bisa berkembang untuk memiliki cukup uang untuk hidup layak juga, jika Anda tidak berubah.
Atau mungkin Anda tidak memiliki kecenderungan untuk itu dan berharap bisa hidup layak, lalu Anda memutuskan untuk menghasilkan uang sebanyak mungkin yang Anda mampu sehingga Anda tidak akan pernah berada di posisi sulit lagi. Adalah fakta bahwa sekolah Anda tidak pernah mengajari Anda tentang masalah ini, dan tidak akan pernah menyelesaikan masalah ini, karena sekolah mengajarkan Anda untuk memiliki kepercayaan yang salah tentang uang dan kepercayaan ini tidak akan membantu Anda dalam perjalanan untuk mencapai impian Anda.
Ok, tetap bersama saya, karena saya akan mengubah cara Anda melihat uang untuk seumur hidup Anda.
Film-film terutama buatan hollywood atau bahkan industri film tanah air, punya kebiasaan menggambarkan bahwa kekayaan itu dihasilkan dari cara-cara yang jahat, menusuk dari belakang, pengkhianatan, atau dari korupsi. Pertanyaannya adalah, apakah Anda termasuk yang memiliki stereotip seperti itu?
Laporan dari Wealth X (wealthx.com) menginformasikan bahwa orang-orang super kaya di dunia adalah orang-orang yang memiliki kekayaan bersih lebih dari 30 juta dollar, atau setara lebih dari 440 miliar rupiah, dan hampir 68% dari mereka adalah hasil usaha sendiri, lalu 23% lebih adalah gabungan dari hasil usaha sendiri dan harta warisannya, dan hanya 9% saja yang super kaya dari hasil warisannya saja.
Warren Buffet; CEO Berkshire Hathaway;
(73,2 miliar dollar) hasil usaha sendiri
Howard Schultz; mantan CEO Starbucks;
(4 miliar dollar) lahir dari keluarga miskin
Oprah Winfrey; Eksekutif Media, Presenter & Produser;
(2,6 miliar dollar) lahir dari keluarga miskin
Jeff Bezos; CEO Amazon;
(145,2 miliar dollar) hasil usaha sendiri
Elon Musk; CEO SpaceX, Tesla, dll.;
(36,7 miliar dollar) hasil usaha sendiri
Sara Blakely; Pendiri Spanx;
(1,2 miliar dollar) hasil usaha sendiri
Apa sih dari orang-orang itu semua, yang mereka tahu dan Anda tidak tahu? Jawabannya adalah rumus Anda selama ini SALAH. Ini adalah persamaan yang selalu Anda ketahui tentang uang,
Uang = Gaji dari suatu pekerjaan
Sampai pada satu titik, mendapatkan pekerjaan adalah satu-satunya tujuan dari pendidikan Anda. Jadi, apa yang salah dengan itu? Saya asumsikan bahwa saat ini Anda sangat ingin menghasilkan uang, banyak uang, dan tentunya dalam waktu sesingkat-singkatnya. (jadi kaya proklamasi ya, haha sori, skip)
Jika memang itu tujuan Anda, maka persamaan di atas untuk menghasilkan uang tidak akan pernah mencapai tujuan Anda.
Kita semua memiliki sumber daya yang paling berharga, sumber daya yang paling penting dari semua yang ada, dan kalau saja sumber daya ini hilang, maka tidak akan akan ada cara untuk bisa mengembalikannya. Sumber daya yang saya maksud adalah WAKTU.
Dalam pekerjaan pada umumnya, total uang yang dapat Anda hasilkan sangat bergantung pada jumlah waktu yang Anda berikan untuk pekerjaan itu. Kalau di Barat, mereka sangat populer dengan istilah salary per hour (gaji per jam), izinkan saya menggunakan istilah tersebut di sini. Jika Anda memiliki pekerjaan dengan gaji sebesar 300 ribu rupiah dalam 1 jam (atau sekitar 20 dollar per jam), lalu dalam 1 hari Anda bekerja 8 jam dan 5 hari dalam sepekan, maka dalam 1 pekan, Anda bisa menghasilkan uang sesuai rumus Anda,
Penghasilan = 300ribu rupiah x 8 jam x 5 hari
Penghasilan = 12 juta rupiah
Atau dalam sebulan jika kita hitung mudahnya ada 4 sampai 5 pekan (anggap 4,5 pekan), maka Anda akan mendapatkan kurang lebih 54 juta rupiah. Per bulannya. Ya! Sungguh gaji yang fantastis untuk kita sebagai masyarakat Indonesia. Tapi, bagaimana kalau saya beritahu Anda bahwa dengan penghasilan Anda sebanyak itu per bulannya, Anda masih butuh waktu 24 tahun untuk mencapai total kekayaan 1 juta dollar atau sekitar hampir 15 miliar rupiah seperti ilustrasi kita di awal. Tapi ingat, itu juga belum kita kurangi pajak atau dengan pengeluaran rutin kita sehari-hari selama 24 tahun. Juga jangan lupa dengan yang namanya inflasi yang akan membuat 15 miliar rupiah Anda bernilai lebih rendah setelah 24 tahun.
Kenyataannya adalah jika Anda berharap kekayaan dari gaji 300ribu rupiah per jam Anda tersebut, Anda hanya akan bisa menjadi milyuner di usia tua, itupun harus dengan hidup hemat. Sumber daya paling penting yang telah kita bicarakan sebelumnya bernama waktu telah Anda korbankan untuk uang sebanyak 15 miliar rupiah tersebut, dan itu pun bahkan bukanlah jumlah yang sangat-sangat besar.
Pasti Anda kembali bertanya pada diri Anda sendiri, “Lalu bagaimana mereka yang katanya ‘berusaha sendiri’ bisa menjadi milyuner di usia muda mereka? Apa yang membuat mereka semua berbeda?”

Jawabannya adalah mereka mempunyai rumus kekayaan yang berbeda dari Anda. Mereka mamiliki cara untuk memahami uang di mana Anda tidak/belum pernah memahaminya.


Perhatikan baik-baik mulai sekarang. Berhenti mengejar uang. Dalam masyarakat kapitalis, aturan mainnya adalah sebagai berikut,

Anda dibayar sebanding dengan nilai atau value yang Anda miliki, dan orang yang memahami value Anda adalah pasar. Ya, pasar atau market. Konsumen dari ekonomi. Marketnya adalah Anda, keluarga Anda, teman-teman Anda, tetangga Anda, negara Anda.

Orang-orang komplain tentang bintang pemain bola, mereka digaji sangat tinggi. Tapi, untuk pemain bola yang dibayar miliaran rupiah, dibalik permainan mereka pasti ada pasar untuk industri sepak bola. Orang-orang pasti melihat value dari permainan sepak bola sehingga mereka rela mengeluarkan uang untuk menonton pertandingan sepak bola dan merchandise apapun mengenai sepak bola. Dan jika marketnya memiliki permintaan yang tinggi untuk sepak bola, maka tebak saja berapa penghasilan para pemain sepak bola yang berada di top liga. Mereka pasti dibayar sangat tinggi.
Ilustrasi: market industri sepak bola
(credit: @jesusance)

Ini semua bukan tentang bagaimana Anda bekerja keras. Lihat para pekerja pembersih di sebuah perusahaan, mereka berkeringat sangat banyak, sangat lelah setiap waktu, tapi mereka tentu dibayar lebih rendah dari seorang akuntan perusahaan yang bekerja duduk seharian di depan meja dan komputernya. Kenapa? Karena market lebih membutuhkan value seorang akuntan daripada value seorang pekerja pembersih. Seorang pembersih bisa saja dengan mudah digantikan dengan orang lain, siapapun, karena tidaklah sulit untuk mempelajari bagaimana cara membersihkan ruangan, gedung, dll. Ya, dunia kerja itu memang keras.
Oleh karena itu, market tidak akan membayar mereka pekerja pembersih lebih banyak daripada akuntan perusahaan, seorang yang telah menghabiskan banyak waktu belajar tentang keuangan perusahaan, bagaimana mereka bisa menyelamatkan perusahaan dari banyaknya kelebihan pajak yang tidak seharusnya perusahaan bayar. Bahkan kita telah mempelajari bahwa memiliki pekerjaan bukanlah rumus yang tepat untuk mengumpulkan kekayaan yang banyak dalam waktu yang singkat.
Lalu bagaimana caranya kita bisa meningkatkan value kita?
Ambil contoh, bagaimana Elon Musk atau Jeff Bezos bisa membuat value mereka sangat tinggi?
Rumus untuk dapat mencapai kekayaan itu cukup mudah, jika Anda ingin uang, selesaikan masalah.
Jika Anda mengambil waktu sejenak untuk mencerna pernyataan di atas, Anda akan menyadari bahwa hampir semua uang mengalir dari premis dasar ini. Jika ada suatu penyelesaian masalah, maka uang akan dilemparkan ke sana. Jika masalah yang dihadapi itu masalah bernilai jutaan rupiah, maka solusinya akan membuat Anda jutawan. Jika masalah yang dihadapi itu masalah bernilai miliaran rupiah, maka solusinya akan membuat Anda milyuner.

Pikirkan tentang masalah yang telah diselesaikan oleh situs Amazon. Repotnya pergi dan mencari barang ke toko, repotnya menunggu berminggu-minggu untuk sebuah barang dari luar negeri, harga yang lebih murah, dll. Belum lagi kita bahas perusahaan-perusahaan lain milik Amazon dan masalah-masalah yang telah mereka selesaikan. Jeff Bezos telah menyelesaikan masalah bernilai miliaran dollar, dan pastinya dia berhak mendapatkan penghargaan atas itu.

Jika selama ini Anda selalu mengejar uang, maka Anda telah salah besar.

Kedengarannya memang seperti paradox, atau tidak masuk akal. Jika Anda ingin uang, maka bukan uang yang seharusnya Anda kejar, tapi Anda harus mencari masalah dan yang lebih penting solusi untuk masalah-masalah itu dan begitu Anda menemukan solusi itu, buat bisnis untuknya.
Tunggu tunggu, cuma itu? Hanya tinggal menyelesaikan masalah dan uang akan muncul begitu saja? Jadi, saya harus membuat Amazon berikutnya untuk bisa membuat saya kaya? Atau Facebook berikutnya atau Google berikutnya? Canda aja, saya bahkan tidak bisa coding, saya juga bahkan tidak punya uang untuk modal sesuatu yang begitu besar berskala Amazon, Facebook, Google. Saya bahkan…
Tahan tahan. Anda telah masuk ke pola pikir Anda yang lama. Mulailah dari masalah. Selalu mulai dari masalah. Dengarkan apa yang market butuhkan.
Apa yang orang-orang sukai dan tidak mereka sukai? Apa yang mereka inginkan yang belum pernah diciptakan? Apa yang membuat mereka frustasi? Apa yang mereka pikir sangat merepotkan?
Apakah itu semua adalah masalah yang bisa Anda selesaikan? Dan juga, apakah masalah-masalah itu layak diselesaikan?

Langkah terakhir dari rumus mencapai kekayaan adalah mencari solusi yang bersifat scalable (dapat dibesarkan/dikembangkan). Dan solusi yang Anda tawarkan harus menyangkut banyak orang.

scalable
Membuka restoran? Itu tidak scalable. Sifatnya sangat lokal, dan hanya bisa dijangkau oleh orang-orang sekitar saja. Tapi bagaimana kalau franchise atau waralaba? Itu baru scalable.
Apakah solusi Anda sebuah software atau aplikasi? Itu berarti ketika aplikasi itu telah dibangun, Anda bisa mengembangkannya tanpa batas secara online tanpa perlu khawatir tentang hal-hal seperti produksi atau biaya pengiriman, karena itu semua bisa diselesaikan secara online. Semoga Anda berhasil menemukan skala tak terbatas dari pekerjaan itu.
Tapi, hati-hati, jika solusi Anda membutuhkan waktu Anda untuk bisa menghasilkan uang…
Ambil contoh, misalnya Anda seorang instruktur senam yang membebankan bayaran tinggi sekitar 1juta per jam. Selamat! Anda hanya telah membuat diri Anda bekerja yang disamarkan sebagai bisnis. Hanya ada sedikit kelas senam yang dapat Anda ajar dalam satu hari. Oleh karenanya, penghasilan Anda terikat pada waktu.
Tapi, misalnya Anda membuat kelas senam online yang dapat berjalan 24 jam selama seminggu penuh dengan materi senam yang telah Anda buat sekali saja, maka itu baru scalable.
Memperbesar jangkauan solusi Anda itu sangatlah penting. Jangan sampai Anda salah sampai di sini. Otomatisasi juga memainkan peranan penting di sini. Sistem dan proses akan membuat bisnis Anda berjalan seperti mesin yang halus jika diimplementasikan dengan baik. Jika ada sesuatu dalam bisnis Anda yang dapat Anda limpahkan ke perusahaan lain (atau outsourcing-kan), atau mempekerjakan seorang karyawan baru untuk menyelesaikannya dengan asumsi secara finansial masih masuk akal bagi Anda untuk melakukannya, maka lakukanlah.
Menugaskan diri Anda untuk segala sesuatu adalah hal yang buruk, sesering mungkin Anda berfikir Anda yang terbaik, ada orang di luar sana yang dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik daripada Anda. Ketika Anda telah menemukan solusinya, tugas Anda selanjutnya adalah memastikan bahwa solusi Anda dapat diakses oleh semua orang di market Anda.
Ini bukan tentang ego Anda dan ini bukan tentang passion Anda. Market tidak peduli tentang passion Anda. Jadi, jika Anda telah memiliki bisnis yang berprofit dengan sistem dan proses yang baik, inilah saatnya untuk menuai apa yang telah Anda tabur.

Ada dua kemungkinan jalan yang akan Anda hadapi pada titik ini, baik Anda melanjutkan bisnis Anda atau menjualnya. Ini adalah akuisisi. Saat seseorang membeli solusi yang telah Anda habiskan bertahun-tahun untuk membangunnya.
Ini seperti Instagram yang telah diakuisisi Facebook untuk 1 miliar dollar (15 triliun rupiah). Atau PayPal yang telah dijual ke eBay senilai 1,5 miliar dollar (22 trilliun rupiah), di mana 165 juta dollar (2,4 triliun rupiah) masuk ke kantongnya Elon Musk. Dan tak terhitung banyaknya peristiwa likuidasi lainnya yang terjadi di seluruh dunia.
ebay-paypal
Ini semua hasil dari upaya yang Anda habiskan untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi, jika Anda memilih untuk terus menjalankan bisnis Anda, yah, ada banyak alasan bagi Anda untuk melakukannya. Mungkin Anda menyayangi perusahaan yang telah Anda bangun seperti bayi yang Anda lahirkan. Mungkin Anda bisa menambahkan value lebih ke perusahaan Anda. Mungkin Anda bisa menjualnya lebih bernilai dari nilainya saat ini. Mungkin bisnis perusahaan ini berjalan secara pasif di belakang sehingga Anda tidak perlu berbuat banyak untuk menjaganya tetap berjalan. Atau mungkin kombinasi dari seluruh kemungkinan di atas.
Bagaimanapun juga, Anda telah berhasil. Anda telah menyelesaikan masalah di mana market meminta untuk diselesaikan dan penghargaan itu semua diberikan kepada Anda karena telah menyelesaikannya.

Jadi, sekarang saya tanya kepada Anda, lalu untuk apa semua itu?

  

Bagi sebagian besar Anda, bukan segalanya tentang uang.
Uang hanyalah selembar kertas. Sekadar angka-angka di layar. Nilainya hanya didukung oleh kesepakatan kita saja tentang nilai selembar kertas itu. Sejak awal, ini semua bukan tentang uang.
Melunasi cicilan-cicilan Anda, bisa membeli mobil impian Anda, jalan-jalan keliling dunia, tanpa perlu khawatir dengan situasi keuangan Anda. Itulah kebebasan yang Anda cari. Tujuan perjalanan ini sama sekali tidak terkait dengan uang. Ini semua tentang perasaan, sensasi, dan kemampuan Anda untuk bisa melakukan apa saja yang Anda inginkan kapan pun yang Anda mau tanpa harus memikirkan,
  • sanggupkah saya membelinya?
  • sudahkah saya menggunakan semua liburan saya tahun ini?
  • bagaimana saya bisa membayar sewa?
  • apakah saya dapat menghidupi keluarga hanya dari pensiunan saya?
  • atau mimpi apa yang harus saya korbankan karena saya tidak dapat mengejar seluruh mimpi saya?
Pelajaran paling penting dari tulisan ini adalah bukan segalanya tentang uang, melainkan tentang satu sumber daya paling berharga yang kita semua miliki, satu sumber daya yang tidak akan pernah bisa kita dapatkan kembali, waktu.
Apakah memberikan sebagian besar waktu Anda untuk sebuah pekerjaan yang mungkin tidak Anda sukai itu sepadan?
Apakah hidup Anda hanya untuk bekerja, lalu pulang, menonton televisi, tidur, bangun keesokan harinya, dan mengulangi siklus yang sama sampai Anda pensiun?

Berapa banyak lagi momen penting terutama bersama keluarga dalam hidup Anda yang Anda lewatkan karena pola ini?

Atau mungkin memang Anda baik-baik saja dengan kenyataan itu? Atau mungkin Anda tidak punya pilihan lain selain mengikuti jalan itu seumur hidup Anda? Jika itu masalahnya, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Paling yang bisa Anda dapatkan dari tulisan ini hanyalah sedikit hiburan dan mungkin perubahan perspektif saja.

Tapi, pasti ada di antara Anda yang memahami sisi lainnya, Anda yang memiliki keinginan untuk tidak perlu khawatir lagi tentang uang. Jadi, perlu saya ingatkan lagi, berhenti mengejar uang, kejarlah masalah, dan temukan solusi untuk masalah itu.
Ini adalah rumus di mana semua uang bisa ditemukan dan dihasilkan. Jika Anda menginginkan kebebasan dengan tidak perlu khawatir lagi tentang uang, maka jadikanlah solusi menyelesaikan masalah menjadi perjuangan yang berarti dalam hidup Anda.
Apakah ini berarti Anda akan bahagia di akhir perjalanan ini? Atau apakah berarti Anda akan merasa puas dengan semua pencapaian Anda? Hanya Anda yang bisa menjawab pertanyaan itu. Tapi jika perjuangan Anda bermakna, maka mungkin ada baiknya mengejar itu.

Itulah rumus yang harus Anda pahami untuk mencapai kekayaan. Tentu saja saya melewatkan banyak aspek lain dalam artikel ini. Topik mengenai bisnis, uang, kewirausahaan memang terlalu luas untuk dibahas dalam satu tulisan singkat seperti ini.
Tapi jika memang Anda ingin memulai perjalanan ini, saya sangat merekomendasikan Anda membaca karya-karya MJ DeMarco, yang sangat menginspirasi saya untuk membuat tulisan ini. (click untuk membeli)
Dan juga penting untuk melihat kembali poin awal dalam tulisan ini, adalah bahwa kebanyakan orang tidak akan berhasil karena berbagai alasan, tapi gagal, gagal, dan terus gagal, dan cepat move on ke hal berikutnya adalah hal yang sangat penting.
Dan jika Anda di luar sana melakukan sesuatu yang tidak terikat langsung dengan bisnis, tapi Anda ingin menghasilkan uang, maka tanyakan pada diri Anda, “Masalah apa yang bisa saya selesaikan?”
Dengan begitu Anda dapat menemukan cara untuk bisa meningkatkan penghasilan yang lebih baik lagi, apapun yang Anda lakukan, baik itu di dalam pekerjaan, ataupun karir Anda. Jika Anda dapat menyelesaikan lebih banyak masalah dan menemukan lebih banyak solusi di tempat kerja Anda, maka Anda dapat gunakan itu untuk mengajukan kenaikan gaji.
Tapi, saya akan akhiri tulisan ini dengan pesan yang sama yang telah saya ulangi berkali-kali dalam tulisan ini. Berhenti mengejar uang, dan mulailah mengejar solusi dari masalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *