Pentingnya List Building dalam Bisnis Anda

Biasanya orang tidak akan terlalu mementingkan harga ketika sudah trust, karena trust nilainya lebih mahal daripada harga. People do not refund relationship, people refund transaction.

Gimana caranya naikin omset? Ada banyak caranya sebenarnya, seperti naikin traffic, menaikkan harga, tapi yang paling krusial adalah menaikkan frekuensi pembelian. Jadi, pelanggan beli sekali, lalu bisa beli bolak-balik. Kemudian menaikkan volume, kita sebutnya AOV (Average of Value). Maksudnya, sekali transaksi misalnya 100rb, lalu bagaimana caranya membuat mereka sekali transaksi bisa 200rb atau 300rb atau bahkan 1juta? Kalau Anda bisa membuat seperti itu, buat paket-paket penjualan, buat sebuah penawaran baru, maka omset Anda akan naik.

Lalu, bagaimana caranya membuat hal seperti itu bisa terjadi di bisnis Anda? Karena kebanyakan orangterutama bagi mereka yang baru terjunbisnis itu sangat singkat. Mereka berpikir bahwa bisnis itu: mencari produk, kemudian dipasarkan atau di-upload di marketplace atau di instagram, selesai. Lalu berharap ada orang yang melihat. Kalau perlu pasang iklan sedikit, ada lebih banyak orang yang melihat dan tertarik, kemudian terjadi transaksi. Sementara, kita tahu di marketplace perang harga sangat luar biasa. Banyak orang yang menjual dengan harga modal supaya mendapatkan profit melalui cashback atau gratis ongkos kirim. Itu yang terjadi. Begitupun di instagram.

Nah sekarang, kalau dibalik, seberapa sering sih sebenarnya Anda melihat foto di instagram lalu membelinya? Misal, pagi-pagi Anda bangun tidur, lalu buka instagram, tiba-tiba langsung beli. Sepertinya agak jarang terjadi hal seperti itu. Kalau saya pribadi mau beli suatu barang, saya harus tahu dulu barangnya seperti apa, serunya seperti apa, manfaatnya seperti apa, bahkan sampai lihat review di youtube atau tanya teman dulu. Proses belanjanya seperti itu. Bukan lihat iklan sekali, langsung beli. Jadi, banyak pertimbangan untuk membeli.

Jika pertimbangan-pertimbangan yang diperlukan oleh pelanggan Anda untuk membeli barang Anda tidak Anda sediakan, maka konversi penjualan kemungkinan besar akan sangat sedikit sekali. Konversinya terjadi jika orang tsb sudah menimbang ke sana ke mari, browsing, dan kebetulan iklan Anda kena olehnya. Di situ mungkin terjadi transaksi penjualan. Tapi, pertimbangan dan pola pikirnya sudah berada di tempat lain.

Bagaimana jika Anda menyediakan itu semua. Maksudnya adalah pertimbangan-pertimbangan ada di tempat Anda, mereka mikir di tempat Anda, dan belinya juga di tempat Anda. Itulah pentingnya koleksi database dari pelanggan Anda. Namun, saya tidak terlalu suka dengan istilah database. Karena database seolah-olah kita mengumpulkan orang ke dalam sebuah tempat, kemudian di sana kita berjualan. Seperti sapi perah saja. I don’t like it.

Kita semua tidak suka dijadikan seperti sapi perah, dihajar dengan iklan terus menerus. Ok, kita suka belanja kok. Market Anda suka belanja. Masalahnya adalah mereka tidak suka kalau dijuali. Kalau mereka merasa kepingin sendiri dan beli—yang tentunya dilayani dengan pelayanan yang baiktentu mereka suka. Jadi, saya anti dalam penggunaan kata database untuk pelanggan saya walaupun itu penting. Saya lebih suka penggunaan kata list building.

Ilustrasi: omset naik

Kali ini, saya akan membahas list building lebih dalam. Ketika Anda memiliki list building pelanggan dari produk Anda. Maksudnya adalah, pelanggan Anda ketika membeli ataupun sebelum membeli itu Anda kumpulkan, yang terjadi adalah Anda bisa mengedukasi mereka melalui banyak channel komunikasi, seperti melalui email, whatsapp, telegram, sms dsb. Jika Anda edukasi mereka sampai mereka mengerti pentingnya produk Anda, maka otomatis mereka akan dengan senang hati membeli. Itu yang pertama.

Kedua, kalau mereka sudah pernah belanja di tempat Anda, maka jika Anda punya produk baru, tentu akan lebih mudah menawarkan kepada list building pelanggan Anda dibandingkan dengan menawarkan orang-orang yang masih belum mengenal produk Anda atau hanya tau melalui iklan. Selain tentunya dengan iklan ini kita butuh budget yang lebih besar.

Lalu kenapa orang-orang yang sudah pernah beli di Andabisa dikatakan Anda tidak perlu budgettidak Anda hubungi lagi?

Nah, itulah pentingnya list building pelanggan tadi.

Maka, kita sering melihat bahwa orang-orang mengumpulkan list pelanggan mereka di whatsapp. Meskipun masih manual, mereka tulis di excel, kemudian dikirimkan satu-satu pakai whatsapp.

Tapi, apa yang terjadi jika list pelanggan Anda jadi besar atau semakin banyak? Bisa seribu, 5rb, atau 10ribu? Anda mau kirim whatsapp satu-satu? Tentu tidak akan sempat. Anda juga tidak bisa menghubungi mereka secara langsung untuk memberikan pemgumuman misalnya: hari ini produk baru launching, besok promo 20%, lusa promo 10%, dan seterusnya harga normal. Misalkan Anda melakukan itu tiga kali dalam tiga hari, dan market Anda 10rb, bagaimana caranya? Tentu kirim pesan satu-satu tidak akan selesai, karena hal itu butuh waktu yang lama sekali.

Itulah gambaran pentingnya Anda membangun sebuah list building pelanggan Anda dengan sebuah platform yang bisa melakukan itu semua dengan satu kali klik. Simpel. Pada tulisan selanjutnya akan saya bahas platform apa yang cocok untuk membangun list building pelanggan Anda, insyaAllah.

Jadi, kalau Anda mau omset Anda naik, Anda juga mau frekuensi orang belinya meningkat dan belanjanya lebih banyak. Simpel. Anda harus punya list building pelanggan Anda.

Tapi, penting diingat, pelanggan Anda ini jangan Anda push terus dengan iklan, berikan mereka ruang untuk diskusi untuk mereka berinteraksi satu sama lain. Tentu interaksi mereka ini bisa mendatangkan omset lebih lagi untuk Anda karena mereka sudah memiliki trust dengan Anda.

Seperti di awal pembuka tulisan ini, orang tidak akan terlalu mementingkan harga ketika sudah trust, karena trust nilainya lebih mahal daripada harga. People do not refund relationship, people refund transaction.

Itulah pentingnya database untuk meningkatkan frekuensi pembelian. Anda bisa follow-up mereka terus dan bisa meningkatkan harga karena hubungan yang baik tadi, membuat mereka mau membeli dengan harga yang lebih mahal sedikit, tanpa perang harga. That’s the real business.

Semoga tulisan yang singkat ini membuka wawasan Anda, bahwa list building pelanggan itu sangat penting untuk bisnis Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *