Meningkatkan Financial IQ

Tulisan ini didapat dari Buku Increase Your Financial IQ oleh Robert T. Kiyosaki

Pada tahun 1971 dan 1974, aturan uang berubah. Perubahan ini menimbulkan masalah keuangan besar di seluruh dunia. Diperlukan kecerdasan keuangan yang lebih besar untuk memecahkannya. Sayangnya, pemerintah dan sekolah kita tidak menanggapi perubahan atau masalah itu. Saat ini, masalah keuangan pun menjadi luar biasa besar. Dalam masa kehidupan saya saja, Amerika beranjak dari negara terkaya di dunia menjadi negara pengutang terbesar di dunia.


Ilustrasi: Increase Financial IQ

Banyak orang berharap pemerintah akan memecahkan masalah keuangan mereka. Saya tidak tahu bagaimana pemerintah bisa memecahkan masalah kita sementara mereka tidak bisa memecahkan masalahnya sendiri. Berita baiknya, kalau Anda memecahkan masalah Anda sendiri, Anda akan menjadi makin cerdas dan kaya.

Pelajaran yang harus diingat dari bab ini adalah, entah kaya atau miskin, kita semua punya masalah uang. Satu-satunya cara untuk menjadi kaya dan meningkatkan kecerdasan keuangan adalah dengan secara efektif memecahkan masalah keuangan.

Orang miskin dan kelas menengah cenderung menghindar atau berpura-pura tidak punya masalah uang. Yang menjadi masalah dengan sikap ini adalah masalah uang mereka tetap ada dan kecerdasan keuangan mereka meningkat dengan lambat, itu pun kalau meningkat.

Orang kaya menangani masalah keuangan mereka. Mereka tahu bahwa memecahkan masalah keuangan membuat mereka makin cerdas dan kecerdasan keuangan mereka meningkat. Orang kaya tahu bahwa kecerdasan keuanganlah, dan bukan uang, yang pada akhirnya akan membuat mereka kaya.


Masalah orang miskin dan kelas menengah adalah mereka tidak punya cukup uang. Orang kaya punya masalah terlalu banyak uang. Keduanya nyata dan masuk akal. Pertanyaannya, masalah yang mana yang ingin Anda miliki? Kalau Anda ingin punya masalah terlalu banyak uang, teruslah membaca.

Setelah tahun 1971, dolar berubah menjadi mata uang. Pada tahun 1974, bisnis berhenti memberi karyawan gaji seumur hidup. Sebagai akibat dari dua perubahan besar ini, kecerdasan keuangan menjadi lebih penting dibandingkan sebelumnya. Walaupun penting bagi semua orang, kecerdasan keuangan bahkan lebih penting bagi orang-orang tertentu, khususnya mereka yang berencana memancangkan diri secara profesional pada kuadran B dan I.

Salah satu alasan sistem pendidikan kita tidak mengajarkan banyak hal tentang uang kepada murid adalah sebagian besar guru ada di kuadran E. Karenanya, sekolah menyiapkan orang untuk kuadran E dan S. Kalau Anda berencana hidup sebagai orang kuadran B dan I, kelima kecerdasan berikut sangat penting dan tidak akan Anda pelajari di sekolah.

Secara ringkas, kelima IQ keuangan itu, yaitu:
  1. Menghasilkan lebih banyak uang.
  2. Melindungi uang Anda.
  3. Menganggarkan uang Anda.
  4. Mengenakan leverage atas uang Anda.
  5. Meningkatkan informasi keuangan Anda.
Saya tidak akan membahas secara mendetil kelima poin di atas. Karena, jelas itu membutuhkan waktu yang lama.

Namun, secara garis besar, bisa disimpulkan bahwa sebagian besar prioritas keuangan golongan menengah adalah,
  1. Mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi
  2. Membayar cicilan hipotek dan mobil
  3. Membayar tagihan tepat waktu
  4. Menabung, berderma, berinvestasi
Dengan kata lain, “membayar diri sendiri terlebih dahulu” menjadi prioritas terakhir. Inilah kesalahan golongan menengah.

Sementara, golongan kaya membuat prioritas,
  1. Mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi
  2. Menabung, berderma, berinvestasi
  3. Membayar cicilan hipotek dan mobil
  4. Membayar tagihan tepat waktu

Terlihat kan, perbedaannya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *