Fenomena Relaksasi Kredit dan Solusinya

Relaksasi itu keringanan. Tapi, kenapa namanya relaksasi ya? Apa karena kita diminta untuk rileks sementara, walaupun masih memiliki hutang? Teman-teman, perlu kita ketahui ya, memiliki hutang atau cicilan itu tidak ada yang namanya rileks atau tenang. Tapi, sudahlah mereka yang membuat istilah itu. Pelajaran saja untuk kita, supaya ke depannya kita tidak kredit/pinjam lagi.

Ilustrasi: Akan ada webinar membahas restrukturisasi kredit

Baiklah, kita tahu, seluruh dunia saat ini sedang mengalami hal yang serupa, yaitu seluruh wilayah terdampak virus corona. Bahkan saat tulisan ini dibuat seluruh dunia hampir tembus satu juta kasus dan di Indonesia sendiri sudah mencapai dua ribu kasus.
Ilustrasi: Data sebaran Covid-19, Global dan Indonesia sampai 5 April 2020

Pasti pemerintah telah telah memiliki rencana untuk menanggulangi wabah ini, dan kita pribadi belum mengetahui apakah pemerintah akan memberlakukan lockdown atau tidak. Jika lockdown diberlakukan, tinggal bagaimana kita bersikap untuk menghadapinya. Tetapi, tidak lockdown saja kita sudah mengalami dampaknya, istilahnya krisis secara ekonomi.

Kita lihat di sekitar kita, di jalan-jalan, banyak usaha-usaha yang tutup, toko atau restoran yang biasanya ramai, sekarang pada tutup. Ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian. Tapi tidak bagi pengusaha yang tidak mengandalkan tempat untuk berjualan. Masih banyak juga pengusaha yang masih melanjutkan bisnisnya. Mereka masih memproduksi dan menjual produknya, karena jasa pengiriman masih tetap dibuka. Tinggal kebijakan pemilik usaha terhadap karyawan-karyawannya untuk bisa memberikan kerja dari rumah. Bisa? Tentu bisa, pengusaha bisa mendistribusikan produk-produknya ke masing-masing karyawannya, dan memonitor penjualan secara online. Tentunya, kinerja tidak akan sebaik saat karyawan masuk ke kantor atau dapat dikatakan bahwa kinerja melambat.

Tentunya hal ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian, tidak hanya menengah ke bawah, tapi menengah ke atas juga terkena dampaknya. Kita harus prihatin bersama. Tetapi, ada fenomena yang sangat perlu kita perhatikan, yaitu pemerintah mengeluarkan relaksasi kredit (bagi yang memerlukan). Apa saja yang bisa kita manfaatkan dalam situasi relaksasi kredit ini? Sejauh yang saya ketahui, yang memberikan relaksasi kredit ini adalah Pihak Leasing. Sementara Pihak Bank, saya belum mengetahuinya.

“Mas, aku ada cicilan (KTA misalnya), yang mana tidak ada relaksasi kreditnya, kemudian saya jg ada tagihan kartu kredit yang mana juga tidak ada relaksasi kreditnya. Lalu bagaimana?”

Akan kita bahas bersama di sini. Yang pertama, kita akan bahas relaksasi kredit yang bisa didapatkan dari Pihak Leasing. Informasi ini didapat dari OJK.

“Debitur tidak perlu datang ke bank atau perusahaan pembiayaan (leasing), tunggu dan ikuti pengumuman yang akan disampaikan bank atau leasing melalui website dan/atau call center resmi.” Kata Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot.

Perusahaan leasing yang memberikan kelonggaran kredit antara lain FIF Group, WOM Finance, Mandiri Tunas Finance, ACC, BAF, CSUL Finance, dan Adira Finance dengan tata cara yang dapat Anda baca di sini.

Lalu, bagaimana dengan KTA atau KUR, dan bagaimana kita harus bersikap? Baik, coba saya list semua jenis pinjaman. Karena pinjaman itu banyak jenisnya,
  1. KTA (Kredit Tanpa Agunan) 
  2. Kartu Kredit
  3. KPR (Kredit Pemilikan Rumah)
  4. Pinjol (Pinjaman Online)
  5. Pinjaman Usaha
  6. KUR (Kredit Usaha Rakyat)
  7. RK (Rekening Koran)
Lalu, sikap saya harus seperti apa? Katanya, kredit di bawah 10M itu bisa restrukturisasi/relaksasi. Untuk sementara ini yang direlaksasi adalah leasing. Lalu bagaimana dengan KTA, Kartu Kredit, dll? Sedangkan saat ini banyak sekali teman-teman yang merasa tidak punya uang untuk membayar cicilan. Sebelum menjawab itu, akan saya jelaskan terlebih dahulu tentang Prioritas Keuangan.

Apabila Anda punya semua jenis pinjaman, atau salah satu dari jenis pinjaman yang telah disebutkan di atas dan tidak ada kebijakan relaksasinya, bagaimana Anda harus bersikap?

Force Majeure. Pernahkah Anda mengenal istilah ini? Force Majeure adalah keadaan yang memaksa, keadaan ini diatur dalam KUH Perdata, dan sebenarnya epidemik dan pandemik diatur dalam KUH Perdata. Tetapi, tidak semua perbankan akan menganggap hal ini sebagai pandemik yang dapat mengarah kepada force majeure.

Apabila Anda punya cicilan pada pinjaman apapun, yang pertama kali harus Anda lihat adalah PK atau Perjanjian Kredit, silakan Anda cari salinannya dan cari pasal yang mengatur tentang force majeure, seharusnya ada. Karena itu diatur dalam KUH Perdata. Cari saja kata epidemik. Kalau ada, itu bisa dijadikan sebagai dasar hukum untuk mengajukan keringanan/relaksasi, apabila Anda tidak bisa membayar di situasi seperti sekarang ini. Terutama untuk pinjaman jenis RK, KPR atau Pinjaman Usaha, yaitu pinjaman yang mana saat terjadi akad Anda lakukan di hadapan Notaris. Jadi, pinjaman yang lengkap secara hukum, di mana umumnya pinjaman ini memiliki jaminan.

Maka, sangat penting sekali saat Anda mengajukan kredit, Anda tidak asal tanda tangan agar cepat cair dananya, tapi harus Anda baca semua pasalnya dengan hati-hati. Termasuk juga di kontrak kerja sama juga seperti itu, kontraktor, kerja sama bangun rumah, ada force majeure-nya juga.

Lalu, bagaimana dengan KTA, KK, atau Pinjol? Apakah saya bisa menggunakan kondisi force majeure ini? Perlu diperhatikan, Anda bisa menggunakan kondisi force majeure ini jika Anda memiliki perjanjian kredit saat akan pinjam-meminjam dilakukan, yang umumnya pasti ada jaminannya. Saya akan memberikan Anda celah hukum, yang mana sebenarnya bisa Anda manfaatkan jika memang Anda terpaksa. KTA, KK, atau Pinjol memiliki kesamaan, yaitu tanpa jaminan.

Lalu, bagaimana kita bisa menyiasati pinjaman-pinjaman tanpa jaminan supaya kita bisa mendapatkan keringanan? Caranya sudah sering saya sampaikan, yaitu dengan cara MACET. Tentunya, pihak bank tidak akan suka dengan cara ini, tapi tidak masalah. Karena begitu Anda macet 6 bulan, Anda akan masuk dalam kriteria NPL atau Not Performing Loan. Di dalam perbankan, divisi yang menangani kredit lancar dan kredit tidak lancar itu berbeda. Jika sudah macet 6 bulan, maka yang menangani adalah divisi kredit tidak lancar. Dalam kondisi Anda sudah macet 6 bulan, maka biasanya Anda akan ditawarkan adalah keringanan. Ada keringanan bunga, keringanan waktu, macam-macam, tergantung dari pihak bank. Sementara Pinjol, ini yang paling lemah secara hukum. Walaupun KTA dan KK pun lemah secara hukum, tapi Pinjol adalah yang paling lemah. Karena tidak ada hitam di atas putih, atau hanya melalui aplikasi atau telepon saja.

Namun, risiko dari memacetkan selama 6 bulan adalah Anda akan ditagih setiap waktu. Sementara untuk Pinjol, yang umumnya mereka “kurang ajar”. Biasanya mereka akan melakukan penyalahgunaan data Anda, seperti menyebar pesan buruk ke seluruh nomor kontak Anda, di grup, dll. Kenapa kurang ajar? Karena tindakan seperti itu adalah tindakan yang bertentangan secara hukum. Oleh karena itu, hati-hati dengan Pinjol. Sementara KTA dan KK, dahulu banyak dari mereka yang menerapkan cara-cara seperti itu (penagihan kasar Pinjol sekarang). Namun, belakangan ini KTA dan KK dalam menagih tidak seperti itu lagi atau sudah jarang.

Jadi, risiko macet selama 6 bulan KTA, KK, dan Pinjol adalah Anda akan ditagih setiap waktu, dan mereka adalah orang-orang yang sangat galak rajin dalam menagih. Percayalah.

Kesimpulan dari penjelasan yang cukup rumit di atas adalah,
  • Leasing; kredit dengan jaminan BPKB, umumnya kredit motor yang akan mendapatkan relaksasi kredit. Sementara kredit mobil, harus ditanyakan ke pihak leasingnya.
  • KPR, RK dan Pinjaman Usaha; Anda harus memanfaatkan di dalam perjanjian kredit, yaitu yang dinamakan sebagai force majeure.
  • KTA, KK, dan Pinjol; tidak ada cara lain selain macetkan, untuk dapat keringanan.
Tapi ingat pesan saya, hutang harus tetap dibayar. Karena terkadang ada orang-orang yang memanfaatkan kesempatan semacam ini, untuk tidak membayar hutang. Itu keliru. Tetapi, jika Anda berhutang semacam ini, yang mana ada sistem ribawi di dalamnya, dan ada kondisi pandemik seperti ini, maka cara-cara di atas dapat Anda terapkan. InsyaAllah.

Ilustrasi: Prinsip! Hutang wajib dibayar!

Selalu ingat! Tekanan berbanding lurus dengan gaya, jadi orang-orang yang banyak gaya, itu banyak tekanan. Itu prinsipnya. Kalau kata Orang Jawa, “Ojo ngoyo”.
Sekali lagi saya ulas, risiko terberat kredit macet dari berbagai jenis pinjaman/pembiayaan yang disebutkan di atas adalah,
  • Leasing; risiko terberatnya ya kendaraan ditarik pihak leasing.
  • KPR, RK dan Pinjaman Usaha; yang berjaminan Sertifikat, risiko terberatnya adalah lelang jaminan.
  • KTA, KK, dan Pinjol; risiko terberatnya adalah ditagih terus-menerus.
Adakah risiko terberatnya dipenjara? Tidak ada. Karena yang namanya pinjam-meminjam itu diatur di dalam Hukum Perdata, bukan Hukum Pidana. Kecuali dalam beberapa kasus, seperti Anda leasing mobil, lalu mobil tsb. Anda gadaikan. Mobilnya digadaikan dalam masa kredit, itu bisa masuk dalam ranah Hukum Pidana, karena Anda melakukan penggelapan kendaraan.

Jadi, jangan ngawur, sudahlah tidak bisa membayar cicilan, mobil malah digadaikan. Lah ini, sudah ngoyo, gelap mata, jadinya koplak.

——-
Tanya: Mas, KTA saya sudah macet dari 2016. Bagaimana ya, bisa ada keringanan atau penghapusan hutang/tidak dalam keadaan saat ini?

Jawab: Hutang Anda berapa? Hutang KTA sudah macet dari 2016, dan sekarang sudah 2020, dan kemungkinan Anda sudah tidak ditagih. Asumsi saya, dalam jarak 4 tahun ini, Anda ditagih di 6 bulan pertama, dan setelah sudah 1 tahun, tagihan itu semakin longgar, dan kemudian akan muncul sms-sms menawarkan keringanan. Sekali lagi prinsipnya, hutang hukumnya wajib dibayar. Jadi, walaupun ini sudah tidak ditagih, Anda masih memiliki kewajiban membayar. Misalnya sisa hutang setelah macet KTA Anda adalah 20juta. Maka, Anda kumpulkan uang sebanyak 20juta, dan seharusnya di tahun ini Anda memiliki uang 20juta dengan cara menabung. Katakan setahun 5juta, maka sebulan sekitar 420ribu Anda tabung untuk bisa melunasi hutang Anda sampai tahun 2020. Tetapi, jika saat ini Anda juga masih belum punya tabungan sejumlah pokoknya, Anda harus memaksakan diri Anda untuk menabung untuk bisa membayar hutang tsb. Karena bagaimanapun, prinsipnya adalah hutang wajib dibayar. Anda juga bisa beri’tikad baik untuk menelpon pihak bank dan minta disambungkan ke bagian pelunasan untuk melunasi sekaligus atau dengan cara dicicil, siapa tahu diberikan opsi boleh dengan mencicil. Lebih baik lagi jika Anda telah menyiapkan uang sejumlah pokoknya. Katakan, “Saya sudah memiliki uang sejumlah pokok, bagaimana kalau saya lunasi pokoknya saja. Boleh tidak bunganya dihapuskan?” Karena kalau pinjaman KTA, sebagian besar boleh.

——-
Tanya: Saya kesulitan membayar cicilan KTA yang biasanya alhamdulillah lancar terus, karena kondisi wabah ini harus dirumahkan. Sekarang saya bingung bagaimana membayar KTA, leasing motor juga belum saya bayar.

Jawab: Leasing motor, bisa Anda ikuti cara di sini. Yaitu dengan download di website resmi penyedia leasing Anda. Anda download formulirnya dan kemudian Anda ajukan keringanannya. Sementara untuk KTA, biasanya lancar, maka untuk sekarang macetkan dulu 6 bulan. Itu bukan berarti Anda tidak membayar, tetapi Anda menunda pembayaran karena kondisi ekonomi Anda sedang tidak baik. Tunda dulu pembayaran, lalu sambil memulihkan kondisi keuangan, Anda mulai menabung untuk membayar sejumlah pokoknya, bisa dengan cara cicilan, dan bisa dengan cara total lunas. Biasanya kalau Anda membayar dengan total lunas, maka Anda akan mendapatkan diskon yang besar. Bahkan terkadang, pokoknya pun bisa didiskon.

——-
Tanya: Saya sudah 3 bulan gagal bayar RK, pihak bank kasih solusi restrukturisasi penurunan bunga dari 14% menjadi 9%, tapi saya masih merasa berat dan saya sudah menerima SP1. Lalu, dzalim-nya pihak bank sudah menawar-nawari rumah saya ke tetangga saya dan nasabah-nasabahnya. Kemarin tanggal 1 April 2020 saya kirimi surat restrukturisasi cicil pokoknya saja semampu saya, dengan menghilangkan denda dan ongkos. Namun, belum ada tanggapan. Mohon sarannya.

Jawab: Jika pihak bank menawarkan rumah Anda ke orang lain, itu haknya. Jadi, Anda tidak perlu ambil hati. Tapi, yang paling penting adalah perjuangan Anda untuk membayar/mencicil pokoknya Anda teruskan saja. Kalau Anda dengan surat-menyurat belum berhasil, Anda surati lagi yang berikutnya untuk meminta tanggapannya. Atau, telepon manager bank nya, minta kejelasan bagaimana tanggapan dari surat saya. Supaya Anda lebih mendapat kepastian. Intinya adalah Anda sebagai nasabah sudah memiliki i’tikad baik untuk membayar, dan itu sudah bagus sekali. Karena yang sangat disayangkan adalah nasabah yang menghilang. Itu tidak boleh. Secara Agama juga tidak boleh, kita memiliki hutang terus menghilang.


Apa pun kondisinya, Anda bisa melunasi hutang-hutang Anda dengan segera. Semoga Allah melancarkan rezeki Anda, memberikan Anda rezeki yang berkah, rezeki yang melimpah, dan rezeki yang bermanfaat. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *