Dari Mana Bisnis Besar itu Dimulai?

Oleh successbefore30


Zaman sekarang ada dua konglomerat dunia, yang pertama Bill Gates, orang terkaya di dunia saat ini. Anda tahu Bill Gates memulai bisnisnya dari mana? Modal? Salah besar. Bukan. Banyak orang berpikir modal besar, pasti bisnisnya besar. Salah. Itu mitos yang keliru. Jadi, modal itu bukan faktor utama Anda untuk punya bisnis yang besar. Lalu, dari mana Bill Gates mulai bisnis pertama kali? Dia mulai pertama dari garasi rumahnya. Dia rajin membuat program, Anda bisa baca kisahnya. 

Dia juga dari orang yang minus, tidak punya apa-apa, tapi dari situlah dia mulai membangun kerajaan bisnisnya. Setelah dia punya jalur distribusi, dia sudah membangun customer base yang loyal dan banyak, Microsoft hari ini dikenal di seluruh dunia. Barulah dia membuat kantor, barulah dia membuat tempat yang mentereng. Tapi, bukan pertama dia membuat kantor dulu, membuat tempat yang mentereng dulu. Bukan. Banyak orang yang berpikir bahwa mitos pertama kalau mau bisnis yang besar, buat kantor dulu, buat tempat yang mentereng dulu. Itu nomor tujuh, nanti akan saya bahas satu sampai nomor enamnya apa. Keliru.

Ilustrasi: Garasi tempat memulai bisnis pertama

Nah, sekarang yang kedua, contoh dari mana bisnis besar itu dimulai? Mark Zuckerberg, Anda pasti tahu dia siapa. Anda tahu dia mulai bisnis dari mana? Rumah kosnya. Ya, kamar kosnya. Dia hanya rindu dengan kawan lamanya karena sudah berpisah sejak SMA, pengen reuni. Akhirnya, dia kumpulkan wajah-wajah temannya, lalu dipertemukan, dan jadilah Facebook. Saat itu juga sudah ada tren beberapa sosial media, tapi akhirnya yang berkembang adalah Facebook. Idenya sederhana memang, ternyata yang kangen masa-masa SMA bukan cuma Mark, tapi hampir setiap orang di dunia ini juga punya keinginan yang sama, reuni, ingin menceritakan kembali masa lalunya. Akhirnya dia buat Facebook menjadi salah satu media sosial terbesar di dunia.

Nah, sekarang yang ketiga, saya sendiri (successbefore30), saya mulai bisnis saya pertama kali di mana? Anda silakan baca buku “Badai Pasti Berlalu”. Saya juga mulai dari garasi rumah saya. Garasi saya pengap dan kecil, tapi dari situ awal saya memperkenalkan bisnis saya healthfood dan skincare, di situlah awal saya membangun bisnis saya hingga saat ini saya mempunyai jaringan di 30 provinsi di Indonesia, saya memiliki lebih dari 55 cabang di Indonesia. Dari skala garasi, sampai satu kota, sampai satu provinsi, dan sampai sekarang saya menjadi skala nasional.

Sahabat entrepreneur, bukan modal paling utama. Apa buktinya bukan modal yang paling utama? Sekarang begini, kalau Anda tidak punya pengalaman bisnis, saya akan berikan Anda modal awal 100juta rupiah, lalu Anda mau bikin apa? Pasti pikiran pertama Anda, saya mau beli ini, saya mau beli itu, ujung-ujungnya saya mau mendirikan tempat, bikin toko, sewa, keren. Anda belum bisnis, tapi sudah rugi. Salah. Saya tegaskan sekali lagi, itu keliru.

Nomor satu yang harus Anda bangun, ingat baik-baik, adalah customer base. Bangunlah customer base yang loyal. Dan yang kedua adalah Anda harus bangun jalur distribusi. Dua poin ini yang paling utama. Kalau Anda tidak punya customer, maka bisnis Anda pasti mati. Secanggih apapun tempat Anda, jika tidak ada customer, maka tak lama lagi bisnis Anda akan tutup.

Anda buka restoran, keren, pelayannya sepuluh orang, mejanya keren, tempatnya wangi, tapi tidak ada customer, maka beberapa waktu lagi pasti akan tutup. Percaya dengan saya. Anda bangun bisnis HP misalnya, tapi jalur distribusinya tidak lancar, supplier macet. Anda belum membangun, tapi sudah rugi. Kemudian Anda bayar ongkos sewa, belum lagi Anda hutang bank, maka tamatlah bisnis Anda. Meskipun tempat Anda mentereng, maka akan hancur. Saya mau bisnis mobil, saya buka showroom, belum laku mobilnya, karena customer belum ada, belum dipercaya orang. Kalau misalkan di kota tempat Anda tinggal, Anda dipercaya orang, ada orang mau cari mobil bekas, maka dia akan cari Anda. Anda tidak perlu showroom, tidak perlu membuat satu tempat untuk men-display mobil Anda. Anda tidak harus membangun showroom dulu, stock mobil dulu yang banyak. Salah. Itu keliru.

Loh, berarti tidak perlu punya modal? Tidak begitu, tetap perlu. Modal utama Anda (sebelum punya tempat, karena tempat itu nomor ke-7) adalah,

  1. Keberanian. Saya mengutip kata-kata dari Bob Sadino, Bapak Entrepreneur Indonesia. Beliau berkata: sebaik-baiknya bisnis itu adalah yang dimulai, bukan yang cuma ditanyakan terus. Anda yang cuma seringnya bertanya tentang bisnis, pasti tidak pernah berbisnis, atau tidak punya nyali atau tidak berani berbisnis. Jadi, kalau nomor 1 ini tidak bisa Anda lewati, lupakan nomor 2 sampai nomor 7.
  2. Teknologi. Anda tidak kenal produk, gunakan HP dan kuota untuk mencari produk, atau mengenalkan produk Anda. Sekarang banyak orang yang sudah melek teknologi, market di dunia maya sangat banyak sekali, di Indonesia sendiri sudah banyak. 
  3. Product knowledge. Anda harus kuasai produk Anda. Anda mau menjual sesuatu, tapi Anda tidak menguasai produk Anda, lupakan. Anda mau jual kopi, sementara yang penjual kopi ini jutaan orang. Kopi Anda ini uniknya apa? Anda bisa presentasi, kopi saya kelebihannya ini, ini, dan ini dibanding kompetitor ini, ini, dan ini, dan Anda bisa tunjukkan bukti ini, ini, dan ini. Nah, mungkin dengan ini orang akan percaya dengan produk Anda. Tapi, jika Anda hanya menjual kopi yang sudah ada di pasaran, dan Anda tidak menguasai kopi yang Anda jual, tentu sulit untuk laku.
  4. Bangunlah jalur distribusi. Jadi, supaya bisnis Anda lancar, Anda harus membangun jalur distribusi. Misalkan, jika mau ambil produk saja susah, mau kirim susah, sementara customer sudah mau membeli produk Anda, dan Anda menjawab: tunggu dulu, produknya belum ready. Tentu kasihan customer Anda. Produk sudah laku, tapi jalur distribusinya macet. Bahaya. Pastikan jalur distribusi Anda bangun dengan benar.
  5. Supplier Base & Customer Base. Kalau kedua ini tidak ada, misal supplier base, maka Anda akan ganti-ganti supplier, akan stres. Barangnya berubah-ubah terus. Sementara tidak ada customer tetap, akan stres juga. Jadi, Anda jangan terburu-buru membangun tempat dahulu. Anda bangun dulu customer base Anda. Banyak kita lihat pengusaha pemula, mereka tidak punya modal uang, tapi mereka punya modal “dipercaya” oleh supplier-nya.
  6. Konsumen tetap. Ini adalah kelanjutan dari costumer base yang telah Anda bangun. Jika customer base Anda sudah kuat, niscaya bisnis Anda akan lancar, permintaan lancar, dari situlah Anda dapat hasil keuntungannya, barulah Anda bangun poin nomor 7, yaitu
  7. Tempat. Nah, Anda sekarang bisa memulai dengan tempat yang mentereng, mungkin kantor Anda, atau mungkin rumah Anda sehingga Anda bisa membesarkan bisnis Anda lebih besar lagi.
Ilustrasi: Barulah Anda membangun kantor/tempat bisnis Anda
Dari tujuh poin di atas, jika Anda sudah berhasil mencapainya, maka Anda sudah termasuk pengusaha yang cukup berhasil. Namun, masih masuk dalam kategori pengusaha level satu. Sementara, saya (successbefore30) membagi pengusaha menjadi lima level, yang insyaAllah akan kita bahas di lain kesempatan.

Semoga, dengan sharing di atas tentang dari mana bisnis besar itu dimulai dapat memotivasi Anda untuk memulai bisnis Anda. Akhir kata, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan Anda rezeki yang berkah, melimpah, dan bermanfaat. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *