Banyak Tawaran Program Keuangan?

Bagaimana pendapat Anda mengenai reksadana? trading saham? trading forex? tabungan emas? asuransi? deposit? atau program keuangan lainnya?

Banyak dari kita yang sudah tidak asing lagi mendengar program-program keuangan di atas.

Ilustrasi: main saham kayanya


Saya secara pribadi, tidak menggunakan semua itu!

Kenapa?!

Saya memiliki prinsip. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan,terutama unsur riba. Pengertian riba itu sebenarnya sangat sederhana sekali. Mudahnya, jika Anda ketik di google search, pencarian paling atas tentang riba adalah dari Wikipedia, kurang lebih seperti ini,

Riba adalah penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam.

Mudah sekali. Jadi, riba itu tambahan dari penundaan pembayaran. Riba yang umum terjadi adalah dalam pinjam-meminjam. Ketika saya meminjam uang Anda 1 juta rupiah, dan kita sepakat bahwa saya harus mengembalikan 1 juta 100 ribu rupiah, maka kelebihan 100 ribu tsb. adalah riba, atau dalam bahasa lain ada yang menyebutnya bunga. Sedangkan saat ini, banyak sekali program investasi, dan untuk kehati-hatian, saya tidak mengikuti satu pun program keuangan. Itulah alasan utama saya, riba.

Apakah sudah pasti riba? Saya tidak mau memastikan, karena tiap orang menerjemahkan riba itu berbeda-beda. Tapi, menurut saya dan kehati-hatian saya, juga untuk menjaga keberkahan rezeki, maka saya tidak mau menggunakan semua bentuk program keuangan tsb. Apa pun itu, baik tabungan yang ada bunganya, reksadana yang ada keuntungannya, atau bahkan trading saham dan trading forex yang juga mengandung unsur ghoror (ketidakjelasan), insyaAllah akan kita bahas di lain kesempatan.

Lalu, bagaimana saya meningkatkan keuangan saya? Apakah dengan bekerja keras? Ingat, bedakan kerja keras dengan kerja cerdas. Tentunya saya juga berinvestasi. Namun, prinsip investasi saya sangat berbeda. Karena saya berinvestasi seperti orang zaman dulu.

Kita ketahui, orang-orang tua kita dahulu meninggalkan banyak harta salah satunya berupa tanah di mana-mana. Tentunya kita perlu belajar dari mereka. Kita ketahui juga, mereka bekerja selayaknya kita di zaman sekarang. Bedanya adalah setelah mereka bekerja dan mendapat hasil berupa upah/keuntungan, hasil tersebut tidak mereka habiskan, tetapi mereka belikan emas, lalu mereka belikan tanah saat nanti jumlahnya sudah cukup. Hanya itu cara terbaik berinvestasi menurut saya.

Saya tidak tahu cara itu bagus untuk Anda atau tidak, tapi menurut saya itulah cara yang saya gunakan. Jadi, kita tetap bekerja atau membesarkan bisnis-bisnis kita, lalu hasilnya kita belikan emas. Jika hasilnya sudah cukup untuk membeli properti/tanah, maka kita belikan tanah. Namun, perlu dicatat bahwa kita beli emas hanya secara fisik, bukan beli emas dengan cara cicil. Kenapa? Karena emas itu harus ditransaksikan secara tunai di satu tempat dan di satu waktu, kalau tidak, maka akan menjadi riba. Anda bisa mempelajari lebih dalam hal tersebut di sini.

Kemudian, mungkin muncul pertanyaan, di mana tempat yang aman untuk menyimpan emas? Sebenarnya, jika tidak ada orang yang mengetahui bahwa Anda memiliki emas, maka emas Anda akan aman walaupun emas tsb. disimpan di rumah Anda, entah di bawah kasur, atau di lemari baju Anda. Tapi, jika ingin lebih aman, Anda bisa gunakan SDB atau Safe Deposit Box, sebuah layanan dari Bank untuk menyimpan barang-barang berharga Anda. Mungkin Anda hanya dikenakan 200 atau 300rb per tahun untuk layanan SDB tsb. Anda sewa. Anda bisa simpan emas, sertifikat, atau barang berharga lainnya di sana.

Kebanyakan orang, belum apa-apa sudah mengharapkan passive income sehingga ia melakukan investasi. Padahal, active income-nya belum bagus. Dia belum banyak berkarya, belum banyak mendapatkan uang di dalam pekerjaannya, belum banyak menghasilkan uang di dalam bisnisnya, tapi sudah terburu-buru untuk investasi. Dia kira kalau investasi, kemudian dia akan mendapatkan hasil tanpa harus dia bekerja. Itu SALAH! 

Yang benar adalah, bekerja secerdas mungkin, berikhtiar sekuat tenaga sehingga mendapatkan keuntungan yang bagus. Lalu, sebagian dari keuntungan tsb. dipakai untuk kebutuhan hidup, sebagian untuk zakat dan sedekah, dan sebagian lainnya untuk diinvestasikan. Jadi, investasi itu adalah uang longgar yang kita rencanakan dengan cara kita tabung.

Nah, apa beda emas dan properti?

Bedanya adalah emas untuk menabung, dan properti untuk investasi. Simpel. Jadi, saya tidak menggunakan reksadana, trading saham, trading forex, tabungan (cicil) emas, asuransi, deposit, atau program keuangan lainnya, di mana pada program tsb. kita hanya setor uang, lalu ada iming-iming uang kita diapa-apakan dan selanjutknya kita menerima hasilnya. Saya tidak menyetor uang kepada siapapun, investasi saya adalah investasi yang saya kelola sendiri. Itulah bedanya saya dengan orang lain.

Yang saya lakukan adalah uangnya saya kelola di bisnis saya sendiri, diputar dan dilipatgandakan, dan diinvestasikan sendiri dalam bentuk tabungan. Tabungannya dalam bentuk emas. Kemudian kalau sudah cukup, maka dibelikan properti, yang nilainya terus-menerus akan meningkat. Itulah cara investasi yang cukup simpel, siapa pun bisa, tidak perlu hitungan yang rumit, tidak perlu skill analisis yang tinggi. Cukup simpel sehingga bisa Anda lakukan sekarang.

Mungkin akan ada yang bertanya,

kalau saya beli emas lalu suatu waktu saya jual maka harganya bisa turun, itu bagaimana?

Saya jawab,

mungkin Anda keliru. Begini, kalau Anda beli emas pada saat harganya murah dan Anda jual pada saat harganya mahal, itulah judi atau spekulasi. Saya tidak peduli emas harganya baru saja turun atau naik, saat ada uang longgar, saya beli emas.

Karena poin pentingnya adalah emas itu untuk menjaga nilai uang kita dari inflasi. Ya, inflasi. Setiap tahun ada inflasi, setiap tahun nilai uang itu turun dibandingkan dengan harga barang/jasa. Maka, emas akan menjaga nilai uang tetap, tidak berkurang.


Baik, katakan saya rugi saat jual emas, tapi ketika dibelikan tanah, misal saya dapat 70% dari harga pasar. Maka, saya tetap untung dari pembelian tanah yang nilainya tentu akan terus naik, bahkan jauh melebihi nilai inflasi.

Satu tips bagus untuk Anda dari pengusaha kelas dunia, tentang financial independent atau kebebasan finansial paling tidak kita harus bisa memiliki 6 sumber penghasilan. Dari sini, maka kita harus belajar bagaimana menambah terus sumber penghasilan, dan memperbesar jumlah penghasilan dari masing-masing sumber tsb.

Jadi, kesimpulannya Anda tidak perlu bingung untuk mengikuti tawaran investasi apa pun. Jika Anda punya uang tunai 20 juta, baiknya untuk apa? Sudah, belikan emas saja. Atau Anda punya uang tunai 50 juta, baiknya untuk bisnis apa? Sudah, belikan emas saja. Bisnisnya ya yang tidak perlu pakai modal, tambah terus tabungannya. Itu prinsip yang simpel.

Ilustrasi: Coba timbang, lebih berat uang/emas? 👆🏻 40jt

Terakhir, pastikan rezeki Anda berasal dari sumber yang halal dan kemudian digunakan untuk hal-hal yang baik. Demikian, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan Anda rezeki yang berkah, melimpah, dan bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *