Asumsi: Semua Orang Peduli

Jika kita ingin memulai bisnis, tentu kita akan belajar dan mencari tahu kira-kira bisnis apa yang cocok yang akan kita jalani. Tentunya, dalam proses pencarian itu, mungkin kita akan sering meminta membutuhkan masukan dari orang-orang di sekitar kita.

Tapi, ada hal pahit yang perlu Anda sadari, bahwa tidak akan ada yang peduli dengan urusan Anda. Yakinlah, setiap orang hanya akan peduli dengan urusannya masing-masing. Jika urusan itu menyangkut mereka, saat itulah kepedulian akan ada. Karena faktanya adalah, manusia itu sibuk, dan akan selalu sibuk. Orang-orang tidak mau tahu dan tidak akan mencari tahu siapa Anda, apa yang sedang Anda kerjakan, atau bisnis apa yang sedang Anda bangun. Mereka tidak akan pernah mencari tahu itu semua. Jadi, jangan pernah berasumsi bahwa semua orang akan peduli pada Anda.

Ilustrasi: setiap orang hanya sibuk dengan urusannya


Oleh karenanya, ketika Anda telah menghasilkan suatu produk dari bisnis yang Anda bangun, hal pertama yang harus bisa Anda lakukan adalah menjawab, “Bagaimana menghubungkan produk Anda ke market/pasar?”, meskipun Anda sudah mengetahui bahwa tidak akan ada orang yang peduli, kecuali hanya pada urusan mereka.

Sekarang Anda akan mengerti bahwa jika Anda ingin terjun ke dunia bisnis, tugas terberatnya adalah mendapatkan hubungan/relevansi antara produk Anda dengan kehidupan orang-orang di sekitar Anda. Lebih jauh dari relevansi, Anda juga harus bisa memahamkan betapa produk tersebut punya relevansi dengan kehidupan mereka. Atau secara singkatnya, bagaimana membuat produk yang relevan dengan kehidupan pelanggan Anda dan membuat mereka mengerti relevansinya?

Jadi, masih sanggup memulai bisnis?

Ilustrasi: “saya tidak tahu”


Ingat, jangan pernah berasumsi dalam bisnis. Jika Anda menemukan keraguan, segera cari jalan agar keraguan itu hilang. Selalu kaitkan segala dugaan Anda dengan fakta dan kondisi yang sebenarnya. Jika Anda tidak tahu, katakan dengan tegas, ‘saya tidak tahu’. Kalimat ini memang terkesan sangat bodoh bagi sebagian orang, dan mengungkapkan kalimat ini mungkin akan menunjukkan tidak kompetensinya seorang tsb. Itulah anggapan sebagian banyak orang. Padahal yang sebenarnya, ungkapan ini menunjukkan tanda tingginya percaya diri seseorang. Bukan sebuah kelemahan atau kekurangan, bukan pula sebuah kehinaan.

Bahkan, Ulama bernama Imam asy-Sya’bi rahimahullah pernah berkata,

“Kalimat ‘saya tidak tahu’ adalah setengah ilmu”.

Intinya, jika Anda sanggup berkata, ‘saya tidak tahu’, maka Anda telah selangkah lebih maju dibandingkan orang lain yang hanya memiliki asumsi-asumsi semata. Tugas Anda selanjutnya adalah, Anda harus belajar tentang hal yang tidak Anda ketahui tsb. Jika Anda seorang yang tangguh, ketidaktahuan itu adalah dorongan yang kuat untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitas Anda, sebelum akhirnya Anda terjun ke dunia bisnis yang penuh dengan ketidakpastian.

Jangan berasumsi dalam bisnis, dan selamat belajar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *